Kraksaan, Lensaupdate.com - KRAKSAAN – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Probolinggo menyiapkan sejumlah program penguatan sumber daya manusia (SDM) Nahdliyin. Agenda tersebut mencakup Kelas Inspirasi bagi pelajar, pelatihan pengolahan sampah, penguatan budaya literasi hingga perluasan jaringan organisasi di tingkat kecamatan.
Rencana program itu dibahas dalam konsolidasi Bidang Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) sekaligus sosialisasi hasil Focus Group Discussion (FGD) PW ISNU Jawa Timur di Masjid Al-Barokah, kompleks Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah) Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Sabtu (17/10/2026) malam.
Mengangkat tema “Menguatkan Intelektualitas, Merawat Tradisi, Menggerakkan Hikmah Nahdliyin”, kegiatan tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan gagasan pengembangan kapasitas sarjana dan warga Nahdlatul Ulama (NU) agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut FGD PW ISNU Jawa Timur yang digelar di Surabaya pada 10 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, Ustadz Dr. Roby Zidny Ilman memaparkan pentingnya pengembangan SDM Nahdliyin yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren.
Menurutnya, penguatan kualitas warga Nahdliyin perlu mencakup pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan profesional, literasi, serta kemandirian ekonomi. Pesantren juga diharapkan semakin terhubung dengan perguruan tinggi, dunia kerja dan sektor usaha agar santri memiliki bekal yang lebih luas setelah menyelesaikan pendidikan.
Koordinator Bidang PPSDM PC ISNU Kabupaten Probolinggo, Massajo, mengatakan konsolidasi tersebut menjadi langkah awal untuk menerjemahkan gagasan pengembangan SDM ke dalam program yang terarah dan berkelanjutan.
“Penguatan SDM Nahdliyin perlu dilakukan melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, pengembangan literasi dan pemberdayaan ekonomi. Kami ingin mendorong agar potensi para sarjana dan generasi muda dapat terhubung dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Massajo menjelaskan, salah satu perhatian Bidang PPSDM adalah membangun budaya literasi di kalangan Nahdliyin. Kegiatan membaca, menulis, berdiskusi, dan menghasilkan karya perlu terus dikembangkan agar sarjana maupun generasi muda mampu melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Selain itu, PC ISNU Kabupaten Probolinggo berencana memperkuat koordinasi dengan pengurus NU melalui kunjungan kepada Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo dan jajaran Tanfidziyah. Organisasi ini juga menjajaki pembentukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU di sejumlah kecamatan untuk memperluas jangkauan kegiatan.
Di bidang pemberdayaan, Bidang PPSDM merencanakan pelatihan pengolahan sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat pada akhir 2026. Program tersebut akan dijajaki melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan atau yayasan, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis.
“Pengolahan sampah dipilih sebagai salah satu bentuk pemberdayaan yang dapat menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan peluang kreativitas dan nilai ekonomi,” jelasnya.
Program lain yang disiapkan adalah Kunjung Sekolah melalui Kelas Inspirasi. Dalam kegiatan ini, sarjana, akademisi, dan praktisi akan berbagi pengalaman dengan pelajar mengenai pendidikan tinggi, pilihan karier, keterampilan, kewirausahaan serta pembentukan karakter.
Melalui program tersebut, pelajar diharapkan mengenal lebih banyak pilihan masa depan dan terdorong untuk mengembangkan potensi diri sejak dini.
PC ISNU Kabupaten Probolinggo juga merencanakan kegiatan ngopi darat atau Ngopdar bersama PW ISNU Jawa Timur. Forum ini diharapkan menjadi ruang komunikasi dan pertukaran gagasan sekaligus menyelaraskan program antara pengurus tingkat cabang dan wilayah.
Penguatan kapasitas intelektual juga diupayakan melalui pembinaan generasi muda di lingkungan Remaja Masjid (Remas) Al-Barokah yang melibatkan Massajo sebagai pembina. Kegiatan pembinaan tersebut memadukan pengembangan wawasan dengan penguatan spiritual melalui murojaah Juz 29 dan 30, pembacaan sholawat Nabi Muhammad serta taushiyah ruhiyah.
Menurut Massajo, pembentukan generasi muda tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan. Penguatan karakter serta kedekatan dengan nilai-nilai keagamaan juga penting agar kemampuan yang dimiliki dapat digunakan secara bertanggung jawab.
Momentum menjelang Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa tradisi keilmuan pesantren perlu terus dikembangkan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat modern.
Melalui konsolidasi program PPSDM, PC ISNU Kabupaten Probolinggo berharap potensi sarjana, pesantren, lembaga Pendidikan dan generasi muda dapat terhubung dalam berbagai kegiatan yang berkelanjutan.
“Penguatan intelektualitas, perawatan tradisi dan pengamalan ilmu diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan, melainkan diwujudkan melalui program yang berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi warga Nahdliyin,” pungkasnya. (nab/zid)
