Dinsos Kabupaten Probolinggo Verifikasi Kondisi Lansia Penjual Es Teh Viral


Dringu, Lensaupdate.com - Informasi mengenai lansia yang berjualan es teh di kawasan batas Kota Probolinggo ditindaklanjuti Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo melalui asesmen langsung di lapangan, Selasa (6/10/2026).

Hasil asesmen menunjukkan aktivitas berjualan yang dilakukan Mbah Nasia bukan karena tekanan keluarga. Lansia tersebut masih memiliki dukungan keluarga dan kebutuhan dasar sehari-harinya terpenuhi.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Samsul Hadi mengatakan, tim melakukan asesmen untuk memastikan kondisi sosial, ekonomi, keluarga serta kebutuhan dasar lansia setelah aktivitasnya menjadi perhatian di media sosial.

“Dari hasil asesmen lapangan, kegiatan berjualan yang dilakukan Mbah Nasia merupakan aktivitas sosial dan mandiri atas keinginan pribadi. Tidak ditemukan indikasi pemaksaan, eksploitasi maupun penelantaran dari pihak keluarga,” katanya.

Mbah Nasia diketahui telah berjualan es teh di kawasan tersebut selama lebih dari tujuh tahun. Aktivitas berjualan biasanya berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, persiapan barang dagangan dan modal disiapkan oleh kerabat. Sementara Mbah Nasia menjaga rombong dan melayani pembeli.

Dari aktivitas tersebut, omzet harian berada pada kisaran Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Keuntungan bersih sekitar Rp50 ribu per hari dan penghasilan tersebut dipegang serta dimanfaatkan sendiri oleh lansia yang bersangkutan.

“Beliau berjualan atas kemauan sendiri, selain untuk aktivitas juga untuk mengisi waktu luang dan bersosialisasi dengan bertemu banyak orang yang lewat maupun pembeli,” terangnya.

Asesmen Dinsos juga menemukan bahwa kebutuhan makan dan tempat tinggal Mbah Nasia selama ini ditanggung keluarga. Ia tinggal bersama kerabat tanpa pungutan biaya untuk kebutuhan dasar tersebut.

Selain dukungan keluarga, lansia tersebut masih memiliki aset warisan berupa rumah dan sawah yang belum dibagi. Terdapat pula rumah warisan yang saat ini ditempati oleh adiknya di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Hasil asesmen menunjukkan lansia tersebut masih memiliki aset warisan berupa rumah dan sawah yang belum dibagi. Terdapat pula rumah warisan yang saat ini ditempati oleh adiknya di wilayah Kabupaten Probolinggo,” tegas Samsul.

Menurut Samsul, keberadaan aktivitas berjualan tidak serta-merta menunjukkan adanya persoalan sosial atau penelantaran. Kondisi setiap lansia perlu dilihat secara langsung dengan mempertimbangkan dukungan keluarga, pemenuhan kebutuhan dasar dan alasan mereka melakukan aktivitas tertentu.

“Yang kami lakukan adalah memastikan kondisi sebenarnya melalui asesmen, termasuk melihat dukungan keluarga, pemenuhan kebutuhan dasar dan aktivitas yang dilakukan oleh lansia tersebut,” ujarnya.

Asesmen tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut Dinsos Kabupaten Probolinggo setelah informasi mengenai lansia penjual es teh beredar dan mendapat perhatian di media sosial.

Dalam prosesnya, Dinsos Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo. Asesmen juga melibatkan mahasiswi magang dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Hasil asesmen menjadi dasar bagi pemerintah untuk melihat kondisi lansia berdasarkan fakta di lapangan, bukan semata-mata dari informasi yang beredar di media sosial. (nab/zid)

Baca Juga :