Kraksaan, Lensaupdate.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan senilai ratusan juta rupiah kepada santri dhuafa, anak yatim, marbot masjid serta sejumlah penerima program sosial dan pemberdayaan ekonomi. Penyaluran dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Alun-alun Kraksaan, Kamis (22/10/2026).
Bantuan tersebut menyasar kelompok yang berperan dalam pendidikan keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat. Penyerahan dilakukan secara simbolis dalam apel peringatan Hari Santri sebagai bagian dari program kepedulian Baznas Kabupaten Probolinggo.
Dalam program tahun ini, Baznas menyalurkan santunan kepada 500 anak yatim dengan total Rp 100 juta. Setiap anak menerima Rp 200 ribu.
Bantuan juga diberikan kepada 850 santri dhuafa dengan total Rp 212,5 juta. Masing-masing santri menerima Rp 250 ribu melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kraksaan.
Sementara sebanyak 345 marbot masjid menerima santunan dengan total Rp 103,5 juta. Setiap penerima memperoleh Rp 300 ribu melalui Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Kraksaan.
Selain santunan perorangan, Baznas mengalokasikan Rp 40 juta untuk program sanitasi bagi 10 penerima melalui Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS). Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp 4 juta.
Dukungan untuk pendidikan keagamaan juga diberikan melalui bantuan 150 dampar atau bangku mengaji senilai Rp 15 juta kepada TPQ Ihyaus Sunnah di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan.
Pada sektor pemberdayaan ekonomi umat, bantuan berupa rombong usaha senilai Rp 2,5 juta disalurkan kepada Hasan Basri dari Desa Liprak Wetan Kecamatan Banyuanyar. Selain itu, bantuan kompresor senilai Rp 1,81 juta diberikan kepada Hasbi Diki Amrullah dari Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil mengatakan penyaluran bantuan pada momentum Hari Santri merupakan program rutin tahunan. Sasaran penerima dipilih untuk memperkuat perhatian terhadap kalangan santri, anak Yatim dan pihak yang mendukung aktivitas keagamaan.
“Setiap tahun, bertepatan dengan Hari Santri, kami mengadakan penyaluran bantuan. Pada tahun ini, kami menyalurkan bantuan kepada santri dhuafa, anak yatim dan marbot masjid sebagai bentuk kepedulian Baznas terhadap mereka,” ujarnya.
Muzammil menjelaskan, program bantuan Baznas berjalan sepanjang tahun. Namun, penyaluran pada peringatan Hari Santri secara khusus diarahkan kepada kelompok yang memiliki keterkaitan dengan pesantren dan pendidikan keagamaan.
“Baznas memiliki berbagai program bantuan yang dijalankan sepanjang tahun. Namun, pada momentum Hari Santri, perhatian diarahkan kepada kalangan santri dan anak yatim di lingkungan yayasan maupun madrasah ibtidaiyah (MI) serta marbot yang turut mendukung aktivitas keagamaan,” jelasnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan penerima sekaligus menjadi dukungan nyata bagi keberlangsungan pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo.
“Karena itu, kami menyasar kelompok yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan tersebut agar program bantuan ini sejalan dengan semangat Hari Santri. Harapannya bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan para penerima sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Lebih jauh Muzammil menilai peringatan Hari Santri menjadi kesempatan untuk meningkatkan penghargaan terhadap peran santri dalam kehidupan beragama dan pembangunan masyarakat.
“Harapan kami, melalui momentum Hari Santri ini, harkat dan martabat santri semakin meningkat. Jika dahulu santri kerap dipandang sebelah mata, sekarang kami berharap keberadaan dan peran mereka semakin diperhatikan, termasuk oleh pemerintah,” tegasnya.
Melalui rangkaian bantuan tersebut, Baznas Kabupaten Probolinggo berharap kepedulian terhadap masyarakat dhuafa dan lingkungan pendidikan keagamaan terus tumbuh, sekaligus memperkuat semangat berbagi dan kebersamaan di tengah masyarakat. (nab/zid)
