Kraksaan, Lensaupdate.com - RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menjadi lokasi Clinical Mentorship Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO), Rabu (2/9/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bersama STPI Jawa Timur dan Dinkes Provinsi Jawa Timur ini difokuskan pada penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan jejaring layanan TBC.
Clinical Mentorship tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan serta penatalaksanaan pasien TBC RO. Penguatan koordinasi antarjejaring layanan juga menjadi perhatian agar pelayanan terhadap pasien dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan.
Kegiatan diikuti sejumlah tenaga kesehatan dari berbagai unsur. Di antaranya Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD Waluyo Jati dr. Sofie Giantari, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika, dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam, tenaga farmasi, tenaga laboratorium, perwakilan dua puskesmas serta tenaga kesehatan terkait lainnya.
Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD Waluyo Jati dr. Sofie Giantari menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan RSUD Waluyo Jati sebagai lokasi pelaksanaan Clinical Mentorship TBC RO.
“Kami menyambut baik kehadiran para narasumber dan peserta yang mengikuti kegiatan. Kegiatan mentorship menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan koordinasi dalam pelayanan pasien TBC RO,” ujarnya.
Materi dalam kegiatan disampaikan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang penanggulangan TBC. Mereka yakni dr. Ayu Hartini dari STPI Jawa Timur, dr. Rezki Tantular dan Ivanullah A. dari Dinkes Provinsi Jawa Timur.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan aspek klinis penanganan TBC RO. Peserta juga mendapatkan penguatan terkait pengelolaan layanan serta jejaring dalam upaya penanggulangan TBC.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta aktif mengikuti pemaparan materi, mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai pengalaman serta berbagai tantangan yang ditemui dalam memberikan pelayanan kepada pasien TBC RO di fasilitas kesehatan masing-masing.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika berharap hasil Clinical Mentorship tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta.
“Dengan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, penanganan pasien TBC RO diharapkan semakin optimal,” ungkapnya.
Kolaborasi antara Dinkes Kabupaten Probolinggo, STPI Jawa Timur, Dinkes Provinsi Jawa Timur, RSUD Waluyo Jati dan fasilitas kesehatan lainnya diharapkan semakin solid. Penguatan jejaring tersebut dinilai penting untuk mendukung pelayanan TBC RO yang berkualitas dan berkesinambungan.
Melalui kegiatan ini, RSUD Waluyo Jati tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan mentorship, tetapi juga mengambil bagian dalam upaya bersama memperkuat kualitas penanggulangan TBC Resistan Obat di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
Baca Juga :
