Dringu, Lensaupdate.com – Pembangunan Masjid Jami’ Al Firdaus di Desa Pabean Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, akhirnya rampung setelah dikerjakan secara bertahap selama lebih dari tiga tahun. Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris meresmikan masjid tersebut, Kamis (3/9/2026).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Bupati Haris bersama sejumlah tamu undangan kemudian meninjau bagian dalam masjid yang kini memiliki kapasitas sekitar 600 jamaah.
Masjid Jami’ Al Firdaus dibangun melalui renovasi total karena bangunan sebelumnya sudah tidak mampu menampung jamaah, terutama saat pelaksanaan salat Jumat dan salat Id. Keterbatasan lahan kemudian mendorong pembangunan masjid dengan konsep dua lantai.
Bupati Haris mengapresiasi masyarakat Desa Pabean yang secara bersama-sama mendukung pembangunan masjid tersebut. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan bangunan merupakan satu tahap, sedangkan tantangan berikutnya adalah menjaga agar masjid terus hidup dengan kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan.
“Terima kasih kepada semua yang sudah berjuang sehingga menghasilkan masjid yang luar biasa ini. Tentu manfaatnya akan luar biasa. Selanjutnya harus diistiqomahkan, seberapa banyak jamaah yang memakmurkan, karena belajar istiqomah itu yang sulit,” ujarnya.
Bupati berharap Masjid Jami’ Al Firdaus tidak hanya menjadi bangunan yang megah dan nyaman, tetapi benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
“Harapan saya, tidak hanya mentereng, namun bagaimana masjid ini bisa terus makmur,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat mengambil ibrah dari kehidupan Rasulullah SAW, terutama dalam membangun dan memakmurkan masjid. Keberadaan masjid diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.
Pembangunan Masjid Jami’ Al Firdaus berlangsung mulai 6 Juni 2023 hingga 14 Agustus 2026. Kepala Desa Pabean Sulistiono menyebut total Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan mencapai sekitar Rp2,338 miliar.
Dana pembangunan dihimpun dari berbagai sumber. Selain swadaya masyarakat, pembiayaan juga mendapat dukungan dari donatur perorangan maupun lembaga, para pengusaha, kegiatan keagamaan, kotak amal RT/RW dan sekolah serta APBDes Pabean.
“Berdirinya masjid ini buah kebersamaan, kepedulian, semangat gotong royong serta keikhlasan masyarakat untuk cita-cita mulia hingga berdirinya Masjid Jami’ Al Firdaus,” ungkap Sulistiono.
Dari sisi bangunan, Masjid Jami’ Al Firdaus mengusung konsep arsitektur minimalis modern. Desain tersebut disesuaikan dengan kondisi masyarakat Desa Pabean yang beragam.
Arsitek Masjid Jami’ Al Firdaus Agus Budianto, yang juga warga Desa Pabean dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo, menjelaskan desain masjid dibuat tanpa terlalu banyak ornamen lengkung.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah penggunaan GRC berlubang atau perforated louvers. Material tersebut memungkinkan udara dan cahaya alami masuk ke dalam bangunan.
“Hawa bisa dingin tanpa AC dan kipas serta pencahayaan alami yang cukup tanpa banyak lampu menyala,” jelas Agus.
Konsep tersebut membuat bangunan tidak hanya mengutamakan kapasitas dan kenyamanan jamaah, tetapi juga memanfaatkan kondisi lingkungan sekitar melalui sirkulasi udara dan pencahayaan alami.
Pembangunan Masjid Jami’ Al Firdaus melibatkan tim dengan pembagian tugas masing-masing. Agus Budianto menangani bidang arsitektur, Agus Wahyu Riyadi pada konstruksi dan Hengki Cahjo Saputra sebagai verifier.
Peresmian masjid turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Reno Handoyo dan Edy Susanto, Forkopimka Dringu, Kepala Desa Pabean, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga setempat.
Dengan selesainya pembangunan tersebut, masyarakat Desa Pabean kini memiliki tempat ibadah dua lantai yang mampu menampung sekitar 600 jamaah. Namun bagi Bupati Haris, pekerjaan belum sepenuhnya selesai.
Pesan berikutnya adalah menjaga istiqomah. Kemegahan bangunan diharapkan berjalan seiring dengan semangat jamaah untuk menghidupkan masjid melalui ibadah dan kegiatan keagamaan secara berkelanjutan. (nab/zid)
Baca Juga :
.jpeg)