Kraksaan, Lensaupdate.com - Kondisi kekeringan dan minimnya curah hujan menjadi perhatian di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan. Menghadapi kondisi tersebut, petugas bersama warga binaan menggelar Salat Istisqa’ sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.
Salat Istisqa’ dilaksanakan di lingkungan Rutan Kraksaan pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan diikuti jajaran petugas dan warga binaan secara tertib hingga rangkaian doa bersama.
Kepala Rutan Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa’ tidak hanya dimaknai sebagai doa bersama untuk memohon hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan meningkatkan rasa syukur.
“Salat Istisqa’ ini menjadi bentuk ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT memberikan rahmat berupa turunnya hujan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa bersyukur, memperbaiki diri dan menjaga kepedulian terhadap lingkungan,” tuturnya.
Menurut Galih, kondisi kekeringan menjadi pengingat bahwa air merupakan kebutuhan penting yang harus dijaga. Karena itu, kegiatan keagamaan tersebut sekaligus diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di antara petugas maupun warga binaan.
“Pelaksanaan salat berlangsung dalam suasana khusyuk. Setelah salat, petugas dan warga binaan mengikuti doa bersama sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kondisi minimnya curah hujan,” jelasnya.
Galih berharap Salat Istisqa’ dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran dan warga binaan untuk terus memperbaiki diri serta menjaga kepedulian terhadap lingkungan. “Semoga doa dan ikhtiar bersama ini membawa keberkahan, sekaligus memperkuat nilai keagamaan dan kepedulian di lingkungan pemasyarakatan,” harapnya.
Di tengah kondisi cuaca yang belum banyak membawa hujan, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar yang dilakukan bersama. Bagi Rutan Kraksaan, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan spiritual sekaligus kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar. (nab/zid)
Baca Juga :
