Jejak Lentera Bidik 1.000 Cerpen Karya Siswa SMP Kabupaten Probolinggo


Kraksaan, Lensaupdate.com – Target menghasilkan 1.000 cerita pendek menjadi salah satu cara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo memperluas budaya menulis di kalangan pelajar SMP.

Target tersebut didorong melalui gerakan Jejak Lentera, yang mengajak siswa tidak hanya membaca, tetapi juga berani menuangkan pengalaman, gagasan dan imajinasi menjadi sebuah karya.

Upaya tersebut salah satunya terlihat dalam podcast live TikTok yang digelar SMPN 1 Kraksaan, Senin (21/9/2026). Dua siswa kelas IX, Nanda Safa dan Nadin, menjadi pewawancara dalam perbincangan mengenai kepenulisan cerpen bersama Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati.

Pembahasan tidak hanya berkutat pada teknis menulis. Para siswa juga membicarakan alasan memilih cerpen, kesulitan menemukan ide, membangun keberanian untuk mulai menulis hingga bagaimana sebuah cerita dapat menyampaikan pesan kepada pembacanya.

Bagi Disdikdaya, kepenulisan cerpen menjadi salah satu ruang untuk menguatkan literasi baca tulis sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa menghasilkan karya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mengatakan menulis seharusnya tidak dipandang sebagai aktivitas yang sulit. Cerita justru dapat menjadi media bagi pelajar untuk menyampaikan berbagai hal yang mereka pikirkan dan rasakan.

“Menulis cerita bukan sekadar menuangkan kata-kata di atas kertas. Dari sebuah cerita, kita bisa menyampaikan pengalaman, imajinasi, pesan, bahkan menginspirasi orang lain,” ujarnya.

Menurut Like, literasi memiliki cakupan yang luas. Selain baca tulis, terdapat literasi numerasi, sains, digital, finansial serta budaya dan kewargaan.

Dalam gerakan Jejak Lentera, Disdikdaya memilih kepenulisan cerpen sebagai salah satu bentuk penguatan literasi baca tulis. Siswa diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas melalui tulisan.

“Dalam konteks Jejak Lentera, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo memilih penguatan literasi baca tulis melalui kepenulisan cerpen sebagai salah satu ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas,” terangnya.

Target 1.000 cerpen menjadi tantangan tersendiri karena karya tersebut diharapkan lahir dari siswa SMP di berbagai sekolah di Kabupaten Probolinggo.

Namun, gerakan tersebut tidak berhenti pada pencapaian jumlah karya. Proses menuju lahirnya tulisan juga menjadi bagian penting, mulai dari keberanian siswa memulai, kemampuan menemukan ide, mengembangkan alur dan imajinasi hingga menyampaikan pesan melalui cerita.

Karena itu, Like mendorong sekolah dan guru memberikan ruang yang lebih luas kepada siswa untuk membaca, menulis dan mempublikasikan karya mereka.

“Harapan ke depan semoga Jejak Lentera bisa tercapai sesuai harapan dengan 1.000 karya, bahkan bisa lebih dari target karya dari siswa SMP se-Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Menurut Like, keberanian Nanda Safa dan Nadin tampil sebagai pewawancara dalam podcast juga menunjukkan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan tulisan. Kemampuan berkomunikasi, menyampaikan pertanyaan dan mengolah pembahasan menjadi bagian dari proses pembentukan kemampuan siswa.

Jejak Lentera kemudian diarahkan agar aktivitas literasi di sekolah tidak berhenti pada kegiatan membaca atau tugas menulis. Siswa diharapkan memiliki pengalaman menghasilkan karya yang dapat menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan mereka.

“Melalui Jejak Lentera, semangat literasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi berkembang menjadi budaya menghasilkan karya. Siswa didorong untuk berani menuangkan pengalaman, gagasan dan imajinasi dalam bentuk tulisan,” tegasnya.

Gerakan tersebut membawa pesan “Berbagi Inspirasi, Menumbuhkan Literasi, Membangun Generasi Hebat” serta ajakan “Menulis Hari Ini, Untuk Masa Depan Esok”.

Dengan melibatkan sekolah dan siswa SMP di Kabupaten Probolinggo, Jejak Lentera diharapkan tidak sekadar mengejar angka 1.000 cerpen. Lebih dari itu, gerakan tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan menulis dan memperluas ruang kreativitas pelajar melalui karya yang lahir dari gagasan mereka sendiri. (nab/zid)

Baca Juga :