Probolinggo, Lensaupdate.com - Kisah Cindelaras hadir di tengah kemeriahan Pawai Budaya Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo membawa seni pertunjukan tradisional tersebut dalam pawai budaya yang berlangsung pada Minggu (13/9/2026).
Penampilan Cindelaras menjadi bagian dari partisipasi Pemkab Probolinggo sebagai tamu kehormatan dalam pawai budaya yang mengusung tema “Merawat Warisan Budaya Lokal Menuju Probolinggo Maju”.
Lakon Cindelaras yang ditampilkan merupakan sajian seni pertunjukan tradisional persembahan Sekretariat DPRD Kabupaten Probolinggo. Kisah tersebut dikemas sebagai kreasi seni untuk menghibur masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya melalui ruang publik.
Kehadiran Cindelaras membuat partisipasi Pemkab Probolinggo dalam pawai budaya tidak sekadar menjadi keikutsertaan dalam rangkaian peringatan hari jadi. Seni pertunjukan tradisional tersebut menjadi salah satu cara membawa cerita budaya kepada masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan menghibur.
Pawai budaya dimulai dari depan Kantor Wali Kota Probolinggo dan berakhir di perempatan Gatsu, Jalan Imam Bonjol, Kota Probolinggo. Sepanjang rute, masyarakat dapat menyaksikan beragam kreasi yang ditampilkan para peserta.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Probolinggo dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Ugas Irwanto bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto.
Turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi bersama istri, Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami, Kepala Bapelitbangda Juwono Prasetijo Utomo, Kepala Dinas Sosial Rachmad Hidayanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hary Tjahjono, Kepala Dinas Perkim Agus Budianto serta Kepala Diskoparekraf Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan Pawai Budaya menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo. Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur masyarakat melalui beragam kreasi seni dan budaya.
“Pada kegiatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 telah digelar pawai budaya dengan tema ‘Merawat Warisan Budaya Lokal Menuju Probolinggo Maju’,” katanya.
Menurutnya, Pawai Budaya 2026 diikuti 23 peserta yang berasal dari gabungan OPD, perusahaan maupun perbankan. Keikutsertaan Pemkab Probolinggo sebagai tamu kehormatan turut menambah keberagaman penampilan dalam pawai tersebut.
“Kehadiran Pemkab Probolinggo sebagai tamu kehormatan turut menambah keberagaman penampilan dalam kegiatan tersebut. Tentu penampilannya juga dapat menghibur masyarakat Kota Probolinggo,” ujarnya.
Bagi Pemkab Probolinggo, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan seni dan cerita tradisional kepada masyarakat. Cindelaras dipilih sebagai lakon yang dibawa dalam sajian seni pertunjukan Sekretariat DPRD Kabupaten Probolinggo.
Kisah tradisional yang dikemas dalam bentuk pertunjukan juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati warisan budaya dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan publik. Seni pertunjukan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi dapat menjadi sarana mengenalkan kembali cerita yang memiliki nilai budaya kepada generasi berikutnya.
Pawai Budaya dengan tema “Merawat Warisan Budaya Lokal Menuju Probolinggo Maju” sekaligus mengingatkan bahwa perkembangan daerah dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya.
Berbagai kreasi yang ditampilkan dalam pawai tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan budaya di tengah masyarakat. Kehadiran Cindelaras yang dibawa Pemkab Probolinggo turut memperkaya warna pawai sekaligus menunjukkan bahwa cerita tradisional masih dapat dikemas menjadi pertunjukan yang menarik.
Melalui ruang seperti pawai budaya, seni tradisional memiliki kesempatan untuk terus dikenal, dinikmati dan diperkenalkan kepada masyarakat lintas generasi. (mel/fas)
Baca Juga :
