Kraksaan, Lensaupdate.com - Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII bukan hanya menjadi ajang untuk mengejar prestasi. Bagi Kabupaten Probolinggo, keikutsertaan para santri madrasah diniyah juga menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun sportivitas dan memperluas pengalaman.
Ratusan peserta PORSADIN VII Tahun 2025 Kabupaten Probolinggo dilepas Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris untuk mengikuti perlombaan di Kabupaten Lumajang. Pelepasan berlangsung di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Jumat (25/9/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H. Samsur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Probolinggo Gus Ahmad Ubaidillah serta ratusan peserta.
Di hadapan para kontingen, Bupati Haris memberikan dukungan sekaligus pesan agar peserta menjaga kesehatan dan kekuatan selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.
“Semoga kalian diberikan kesehatan dan kekuatan, sehingga nanti pulang membawa prestasi untuk Kabupaten Probolinggo. Saya berharap FKDT menjadi rumah yang baik bagi madrasah diniyah, termasuk dalam memperjuangkan hak-hak guru dan berbagai kebutuhan madrasah diniyah,” katanya.
Namun, Haris tidak hanya berbicara mengenai target prestasi. Ia menilai keberadaan madrasah diniyah memiliki peran dalam membentuk karakter generasi muda.
“Madrasah diniyah adalah salah satu pilar untuk membentuk anak-anak kita, khususnya di Kabupaten Probolinggo menjadi pribadi yang bukan hanya pintar dalam ilmu, tetapi juga mampu menjaga akhlak yang baik,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong adanya koordinasi antara FKDT, madrasah diniyah dan pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan madrasah diniyah tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga.
“Meskipun ini di bawah Kementerian Agama, Kabupaten Probolinggo juga harus berkolaborasi. Karena mereka adalah anak-anak Kabupaten Probolinggo yang harus kita perhatikan bersama,” tegasnya.
Pesan tersebut juga diarahkan kepada para peserta. Haris mengingatkan agar ilmu yang diperoleh melalui pendidikan tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
“Ilmu itu harus dijaga. Agar ilmu menjadi barokah, kita harus mencari hikmah. Ketika ilmu itu bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan, itu adalah hikmah besar dari ilmu pesantren yang kalian dalami. Kalau kalian terus mengusahakan yang terbaik untuk Kabupaten Probolinggo, Insya Allah ilmu kalian akan barokah,” pesannya.
Ia berharap pengalaman mengikuti PORSADIN dapat memberikan dampak bagi perkembangan madrasah diniyah di Kabupaten Probolinggo. Haris bahkan berharap daerahnya suatu saat dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan PORSADIN.
“Semoga satu atau dua tahun ke depan Kabupaten Probolinggo bisa menjadi tuan rumah PORSADIN,” harapnya.
Sementara Ketua DPC FKDT Kabupaten Probolinggo Gus Ahmad Ubaidillah menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah kepada kontingen.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati yang telah memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh peserta. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Ubaidillah menegaskan, keikutsertaan dalam PORSADIN tidak semata-mata diukur dari hasil perlombaan. Pengalaman, sportivitas dan silaturahmi antarpeserta juga menjadi bagian penting.
“Yang terpenting adalah anak-anak bisa mendapatkan pengalaman, menjunjung sportivitas, memperluas silaturahmi dan membawa nama baik Kabupaten Probolinggo. Mudah-mudahan ikhtiar ini mendapatkan hasil terbaik,” harapnya.
Ratusan peserta kemudian diberangkatkan menuju Kabupaten Lumajang untuk mengikuti berbagai cabang olahraga dan seni dalam PORSADIN VII.
Bagi kontingen Kabupaten Probolinggo, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa pengalaman baru bagi para santri madrasah diniyah. Di sisi lain, dukungan lintas lembaga diharapkan semakin memperkuat keberadaan madrasah diniyah sebagai bagian dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. (nab/zid)
Baca Juga :
