Angin Kencang Rusak Atap Rumah Warga Matekan, BPBD Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Logistik


Besuk, Lensaupdate.com - Angin kencang menerjang wilayah Desa Matekan Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo hingga menyebabkan bagian atap rumah warga mengalami kerusakan. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Rumah milik Hapít, warga Dusun Tengah RT 06/RW 02 Desa Matekan, menjadi salah satu bangunan yang terdampak. Hembusan angin kencang membuat bagian atap rumah mengalami kerusakan dan menyebabkan empat lembar asbes rusak.

Kondisi tersebut kemudian mendapat penanganan dari Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo. Petugas turun memberikan respons sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak pada Jumat (11/9/2026) atau sehari setelah kejadian.

Bantuan yang diberikan ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah rumah mengalami kerusakan. Sejumlah logistik disalurkan dalam penanganan tersebut.

Bantuan terdiri dari satu paket kebersihan, satu buah terpal, satu paket sembako, satu buah selimut, satu dus makanan siap saji serta hygiene kit.

Untuk mendukung proses distribusi, TRC PB BPBD Kabupaten Probolinggo menggunakan satu unit kendaraan operasional Mitsubishi Triton. Kendaraan tersebut digunakan untuk membawa bantuan menuju lokasi rumah warga yang terdampak angin kencang.

Penanganan kejadian tersebut tidak dilakukan BPBD seorang diri. Dalam penyaluran bantuan, BPBD Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Dinas Sosial serta Perangkat Desa Matekan.

Keterlibatan sejumlah unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan respons kepada masyarakat dapat dilakukan di lapangan sesuai kondisi dan kebutuhan warga yang terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan bantuan logistik diberikan sebagai bentuk respons terhadap masyarakat yang mengalami dampak akibat kejadian angin kencang.

Menurutnya, penanganan bencana tidak berhenti pada pendataan kerusakan. Dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak juga menjadi bagian penting dalam penanganan setelah kejadian.

“Penanganan terhadap kejadian bencana tidak hanya dilakukan melalui pendataan kondisi di lapangan, tetapi juga dengan memberikan dukungan kebutuhan dasar kepada masyarakat yang terdampak,” katanya.

Oemar menambahkan, BPBD Kabupaten Probolinggo terus berupaya memberikan respons terhadap masyarakat yang mengalami dampak bencana. Penyaluran bantuan logistik dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan warga di lokasi terdampak.

“Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga setelah bagian atap rumah mengalami kerusakan akibat angin kencang,” jelasnya.

Di sisi lain, BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca yang dapat memicu kejadian bencana. Perubahan cuaca dan angin kencang perlu diantisipasi, terutama dengan memperhatikan kondisi rumah serta lingkungan sekitar.

Masyarakat diminta lebih memperhatikan bagian rumah yang berpotensi terdampak ketika terjadi angin kencang. Kewaspadaan juga diperlukan agar kondisi yang membahayakan dapat segera dilaporkan dan memperoleh penanganan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan apabila terjadi kejadian bencana atau kondisi yang membahayakan di lingkungan masing-masing,” terang Oemar.

Kejadian di Desa Matekan menjadi salah satu bagian dari penanganan kebencanaan yang dilakukan BPBD Kabupaten Probolinggo bersama unsur terkait. Respons diberikan berdasarkan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Penyaluran bantuan diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar setelah kerusakan terjadi. Kehadiran petugas di lokasi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan respons terhadap masyarakat ketika terjadi bencana.

BPBD bersama unsur terkait terus mendorong masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Pelaporan secara cepat ketika terjadi kejadian atau kondisi yang membahayakan juga diperlukan agar penanganan dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. (yud/zid)

Baca Juga :