Sukapura, Lensaupdate.com - Panggung seni tidak hanya menjadi tempat siswa tampil di hadapan masyarakat. Bagi dunia pendidikan, penampilan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk melihat potensi, kreativitas dan bakat yang bisa dikembangkan menuju prestasi yang lebih tinggi.
Semangat itu terlihat dalam Ajang Kreasi, Seni dan Inovasi Pendidikan dan Budaya Kecamatan Sukapura (Aksi Pesona) Jilid 3 yang digelar PGRI Cabang Sukapura di Gerbang Wisata Sukapura (GWS), Sabtu (19/9/2026) malam.
Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan berbagai penampilan siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Mereka menampilkan beragam karya, mulai dari seni tradisional, tari kreasi, senam hingga pertunjukan modern.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan keberadaan Aksi Pesona perlu dipertahankan karena memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
“Alhamdulillah, tetap istiqomah. Lebih meriah dan sukses lagi agar tetap dijaga keberlangsungannya karena sebagai ajang menampilkan bakat kreasi, dapat memupuk prestasi dan sebagai seleksi lokal manakala ada lomba-lomba,” katanya.
Menurut Hary, kemampuan siswa tidak selalu terlihat melalui kegiatan pembelajaran akademik. Ajang penampilan seperti Aksi Pesona dapat membantu sekolah dan lingkungan pendidikan menemukan potensi yang selama ini mungkin belum terlihat.
“Selain sebagai pertunjukan, penampilan siswa juga dapat menjadi bagian dari proses menemukan potensi yang dapat dikembangkan untuk menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.
Karena itu, Aksi Pesona memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar hiburan masyarakat. Penampilan siswa dapat menjadi bagian dari proses pembinaan, terutama ketika bakat yang muncul kemudian diarahkan untuk mengikuti kompetisi di jenjang yang lebih tinggi.
Rangkaian Aksi Pesona Jilid 3 menampilkan berbagai karya siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Sukapura. Acara dibuka dengan Probolinggo Paradise dari SDN Ngadirejo dan Tari Pudak Kukusan dari SDN Ngadisari 2.
Pertunjukan dilanjutkan dengan Tari Srawung Samaya dari SDN Jetak, Tari Kreasi Nusantara dari SDN Ngepung serta Gooldefar Gymnastic dari SDN Ngadirejo.
Sejumlah penampilan lain juga melibatkan kolaborasi antarsatuan pendidikan. Di antaranya Sedia Aku Sebelum Hujan serta Barista Class yang melibatkan SDN Ngadirejo dan SMK.
Suasana semakin meriah dengan Tari Sorote Lintang dari SDN Wonokerto 1, Tari Angguk Ang'glang dari SDN Ngadisari 1, Tari Serasa dari SMKN Sukapura, Tari Pujaning Kusuma dari SDN Ngadirejo serta Reog Sentura dari SMPN 1 Sukapura.
Rangkaian pertunjukan kemudian ditutup dengan live music dari PGRI Kecamatan Sukapura.
Tidak hanya memberikan ruang tampil, kegiatan tersebut juga menjadi momentum apresiasi terhadap prestasi siswa. Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyerahkan piagam penghargaan kepada peraih juara III Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur cabang Senam Artistik Putri.
Apresiasi tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan seni dan kreativitas dapat berjalan beriringan dengan pembinaan prestasi. Siswa diberikan kesempatan untuk tampil, sementara capaian yang sudah diraih juga mendapatkan penghargaan.
Aksi Pesona Jilid 3 turut dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim, Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura Nur Chabibah Umaroh, Ketua PGRI Cabang Sukapura Babun serta para guru dan tenaga kependidikan.
Tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu modal agar kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan. Bagi siswa, panggung seperti Aksi Pesona memberikan pengalaman untuk tampil, bekerja sama dan menunjukkan kemampuan di hadapan publik.
Ke depan, keberlanjutan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya mempertahankan kemeriahan acara, tetapi juga memperkuat proses pembinaan bakat. Dengan demikian, penampilan yang dimulai dari panggung lokal Sukapura dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk berkembang dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. (put/zid)
Baca Juga :