Krejengan, Lensaupdate.com – Pencegahan anemia pada remaja putri perlu dimulai sejak usia sekolah. Salah satu caranya dengan membangun kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin minum Tablet Tambah Darah (TTD).
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Aksi Bergizi yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bersama Puskesmas Krejengan di SMPN 1 Krejengan, Kamis (17/9/2026).
Sekitar 95 siswi mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai kebutuhan gizi remaja, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan edukasi sejak usia sekolah diperlukan agar remaja putri memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan diri.
“Aksi bergizi menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri untuk menerapkan perilaku hidup sehat sejak dini. Edukasi mengenai gizi, kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa penting sebagai bekal membentuk generasi yang sehat, produktif dan berkarakter,” katanya.
Menurut Sri Wahyu, pengetahuan mengenai gizi perlu diikuti dengan praktik dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kegiatan Aksi Bergizi tidak hanya diisi penyampaian materi, tetapi juga makan bersama.
“Edukasi dalam aksi bergizi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga dipraktikkan melalui makan bersama,” lanjutnya.
Setelah makan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan minum TTD secara bersama-sama. Pemberian dan konsumsi TTD menjadi bagian dari upaya pencegahan anemia pada remaja putri.
Sri Wahyu mengatakan pola makan bergizi dan konsumsi TTD perlu menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
“Remaja putri perlu memahami bahwa pola makan bergizi seimbang dan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan. Kebiasaan tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar pencegahan anemia dapat dimulai sejak usia remaja,” terangnya.
Selain persoalan gizi, perhatian terhadap kesehatan remaja juga perlu mencakup aspek kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa. Menurut Sri Wahyu, ketiganya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun kesehatan remaja secara menyeluruh.
“Menjaga kesehatan remaja harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya memperhatikan asupan gizi dan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan reproduksi serta kesehatan jiwa. Dengan pengetahuan yang baik, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan yang mendukung kesehatan dirinya,” tuturnya.
Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Para siswi didorong menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memperhatikan makanan yang dikonsumsi hingga membangun kebiasaan mengonsumsi TTD sesuai anjuran.
Bagi remaja putri, membangun kebiasaan sehat sejak sekolah juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi fase kehidupan berikutnya. Pengetahuan tentang gizi, kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa diharapkan membantu mereka lebih memahami kebutuhan tubuh sekaligus mengambil keputusan yang berkaitan dengan kesehatannya.
“Edukasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi remaja putri untuk menjaga kesehatan hingga memasuki fase kehidupan berikutnya. Upaya membangun kebiasaan sehat sejak remaja juga diharapkan mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, produktif dan bebas stunting di masa depan,” pungkasnya. (nab/zid)
Baca Juga :
