50 Pelajar SMPN 1 Sukapura Ikuti Tes Kebugaran dari Dinkes Kabupaten Probolinggo


Sukapura, Lensaupdate.com - Sebanyak 50 siswa SMP Negeri 1 Sukapura mengikuti pengukuran kebugaran jasmani yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Pelaksanaan pengukuran berlangsung dengan melibatkan petugas kesehatan dan pihak sekolah. Para siswa mengikuti rangkaian aktivitas fisik sesuai kelompok usia dan kondisi masing-masing untuk mengetahui gambaran tingkat kebugaran jasmani mereka.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan, pemeriksaan kebugaran tidak hanya ditujukan untuk memperoleh data kondisi fisik siswa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi agar remaja mulai membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

“Pengukuran kebugaran bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik secara rutin,” ujarnya.

Sri Wahyu menjelaskan, kebugaran merupakan salah satu faktor yang mendukung kemampuan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari. Bagi pelajar, kondisi tubuh yang bugar juga diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar dan kegiatan sekolah.

Karena itu, ia mendorong para siswa agar tidak menjadikan aktivitas fisik sebagai kegiatan sesekali saja. Kebiasaan bergerak secara rutin perlu menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari.

Selain melakukan pengukuran, petugas Dinkes memberikan pemahaman mengenai sejumlah kebiasaan yang mendukung kesehatan. Siswa diingatkan untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperoleh waktu istirahat yang cukup serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Tidak hanya melakukan pengukuran, kami juga memberikan edukasi tentang penerapan pola hidup sehat. Para siswa harus rutin melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi waktu istirahat serta menerapkan PHBS,” jelasnya.

Menurut Sri Wahyu, hasil pengukuran dapat menjadi gambaran awal mengenai kondisi kebugaran siswa. Informasi tersebut diharapkan dapat mendorong peserta untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh dan meningkatkan aktivitas fisiknya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di lingkungan sekolah lain di Kabupaten Probolinggo. Edukasi kesehatan yang diberikan sejak usia remaja dinilai penting untuk membentuk pola hidup yang lebih sehat dalam jangka panjang.

“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus mendorong terbentuknya kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, siswa diharapkan lebih siap mengikuti pembelajaran serta mengembangkan potensi dan prestasinya,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dinkes Kabupaten Probolinggo terus mendorong terbentuknya generasi muda yang aktif, sehat dan produktif dengan menjadikan kebugaran sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari. (put/zid)

Baca Juga :