Tiga Atlet Wingchun Kabupaten Probolinggo Bawa Pulang Tiga Medali di Kejurnas Citra Satria Wushu Indonesia


Surabaya, Lensaupdate.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet Wushu Tradisional Kungfu (Wingchun) Kabupaten Probolinggo. Tiga atlet berhasil meraih tiga medali pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Citra Satria Wushu Indonesia yang berlangsung di Fairway Nine Mall Surabaya, 21-23 Agustus 2026.

Kontingen Wingchun Kabupaten Probolinggo sukses membawa pulang satu medali emas dan dua medali perunggu dari ajang tingkat nasional tersebut.

Medali emas diraih Eko Sumedhi yang sehari-hari bertugas sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Kotaanyar. Eko tampil pada kategori Wingchun Muk Yan Chong-Veteran dan berhasil memperoleh total nilai 8,70.

Sementara itu, dua medali perunggu masing-masing dipersembahkan Ana Malika Bulqis dan Erin Micawindari.

Ana Malika Bulqis yang merupakan santri MI Nurul Qadim meraih medali perunggu pada kategori Muk Yan Chong-B dengan total nilai 8,25.

Sedangkan Erin Micawindari yang tercatat sebagai mahasiswi Poltekkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Malang meraih medali perunggu pada kategori Wingchun Bart Cham Dao Senior dengan total nilai 8,765.

Ketua Pengkab Wushu Probolinggo Muhammad Iqbal Maulana mengapresiasi perjuangan ketiga atlet yang mampu membawa nama Kabupaten Probolinggo dalam persaingan kejuaraan tingkat nasional.

Menurutnya, raihan satu medali emas dan dua perunggu tersebut menjadi hasil positif bagi pembinaan Wushu Tradisional Kungfu, khususnya cabang Wingchun di Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah, atlet Wingchun Kabupaten Probolinggo berhasil meraih tiga medali pada Kejurnas Citra Satria Wushu Indonesia. Ini merupakan prestasi yang membanggakan dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan atlet,” ujarnya.

Iqbal menyampaikan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kesungguhan para atlet dalam menjalani latihan serta mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.

Karena itu, prestasi yang telah diraih diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian semata. Hasil tersebut harus menjadi pemacu bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai kejuaraan berikutnya.

“Kami memberikan apresiasi kepada para atlet yang berasal dari latar belakang berbeda. Ini menunjukkan bahwa olahraga Wushu, khususnya Wingchun, bisa menjadi ruang bagi siapa saja untuk berprestasi. Mulai dari pelajar, mahasiswa hingga atlet veteran,” terangnya.

Menurut Iqbal, keberagaman latar belakang ketiga peraih medali tersebut juga menunjukkan bahwa pembinaan olahraga dapat dilakukan secara luas dan terbuka. Pelajar maupun atlet yang telah berpengalaman memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan dan mengukir prestasi.

Ia berharap capaian di Kejurnas Citra Satria Wushu Indonesia dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Kabupaten Probolinggo untuk mengenal dan menekuni olahraga Wushu Tradisional Kungfu.

“Kami berharap prestasi ini bisa terus ditingkatkan. Targetnya bukan hanya mempertahankan capaian yang ada, tetapi bagaimana ke depan semakin banyak atlet Kabupaten Probolinggo yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun lebih tinggi,” tegasnya.

Iqbal menambahkan, prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Pengkab Wushu Probolinggo untuk terus memperkuat pembinaan atlet. Evaluasi dan peningkatan kualitas latihan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kemampuan atlet semakin berkembang.

Dengan torehan satu medali emas dan dua medali perunggu, kontingen Wingchun Kabupaten Probolinggo berhasil menunjukkan potensi dalam persaingan Wushu Tradisional Kungfu di tingkat nasional.

Capaian tersebut diharapkan menjadi awal bagi lahirnya lebih banyak atlet berprestasi dari Kabupaten Probolinggo sekaligus memperkuat eksistensi Wingchun daerah dalam berbagai kejuaraan pada masa mendatang. (put/zid)

Baca Juga :