Sukapura, Lensaupdate.com - Dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus berdatangan dari berbagai pihak. PT Paiton Energy bersama PT POMI turut mengambil bagian dengan menyalurkan bantuan berupa 6.000 liter air bersih dan 60 dus air minum kemasan.
Bantuan tersebut diberikan untuk menunjang kebutuhan dasar personel yang terlibat dalam penanganan karhutla Bromo. Ratusan petugas dari berbagai unsur masih bekerja di lapangan untuk mengendalikan kebakaran yang berdampak terhadap kawasan konservasi dan lingkungan sekitarnya.
Respons perusahaan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dampak kebakaran yang terjadi di kawasan TNBTS sejak akhir Juli 2026. Selain menyebabkan kerusakan vegetasi, kebakaran juga berpotensi mengganggu fungsi kawasan sebagai daerah tangkapan air.
Berdasarkan hasil assessment awal, wilayah yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 742,5 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 720 hektare berada di wilayah Kabupaten Probolinggo dan 22,5 hektare berada di Kabupaten Pasuruan.
Kondisi di lapangan juga berdampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat. Jaringan distribusi air dari sumber mata air menuju Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, dilaporkan mengalami gangguan akibat terdampak kebakaran.
Situasi tersebut membuat kebutuhan air menjadi salah satu perhatian penting dalam penanganan karhutla. Selain untuk masyarakat, ketersediaan air minum dan air bersih juga diperlukan untuk mendukung aktivitas petugas yang bekerja di kawasan terdampak.
Melalui bantuan yang disalurkan, sebanyak 6.000 liter air bersih dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional di lapangan. Sementara 60 dus air minum kemasan diperuntukkan bagi personel yang terlibat dalam proses penanganan kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengapresiasi kepedulian PT Paiton Energy-POMI yang memberikan respons terhadap kebutuhan di lokasi karhutla.
Menurutnya, dukungan dari dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan bencana. Sebab, operasi di lapangan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai pemerintah, TNI-Polri, relawan, masyarakat hingga sektor swasta.
“Kami memberikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam proses pemulihan, khususnya PT Paiton Energy-POMI yang sudah hadir pertama dalam bentuk respons cepat terhadap kebutuhan dasar yang ada di lapangan saat ini,” ujar Oemar.
Ia berharap kepedulian tersebut dapat menginspirasi pihak lain untuk ikut memberikan dukungan sesuai kebutuhan penanganan bencana.
“Kami berharap pihak-pihak lainnya juga menyusul,” tambahnya.
Dukungan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan personel selama operasi berlangsung, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Penanganan karhutla Bromo membutuhkan koordinasi yang konsisten karena kondisi medan, cuaca dan akses menuju sejumlah titik kebakaran menjadi tantangan tersendiri.
Selain mempercepat pengendalian api, pemulihan kawasan terdampak juga menjadi pekerjaan lanjutan yang membutuhkan perhatian bersama. Gangguan terhadap sumber dan jaringan air bersih menjadi salah satu dampak yang perlu segera ditangani agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
PT Paiton Energy-POMI melalui dukungan tersebut menunjukkan keterlibatan dunia usaha dalam membantu pemerintah menangani kondisi darurat sekaligus mendukung pemulihan lingkungan dan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas penanganan bencana, masyarakat, relawan dan dunia usaha diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla Bromo. Dukungan logistik yang memadai juga menjadi bagian penting agar petugas dapat bekerja secara optimal sekaligus tetap memperhatikan keselamatan selama berada di lapangan.
Dengan sinergi berbagai pihak, upaya penanganan karhutla di kawasan TNBTS diharapkan semakin efektif, sementara pemulihan lingkungan dan akses kebutuhan dasar masyarakat dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. (put/zid)
Baca Juga :
.jpeg)