Kraksaan, Lensaupdate.com - Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo menjadi momentum memperkuat strategi pembinaan atlet sekaligus menyusun arah baru peningkatan prestasi olahraga daerah. Musorkab ini digelar di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Mahdi, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Wakil Ketua Umum III KONI Jawa Timur Zainal Arifin, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, kepala perangkat daerah, Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo periode 2022–2026 Zainul Hasan beserta jajaran pengurus dan pengurus cabang olahraga.
Dalam sambutannya, Bupati Haris menegaskan Musorkab tidak hanya menjadi agenda memilih ketua baru, tetapi juga forum merumuskan strategi besar untuk meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Probolinggo di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
"Hari ini bukan hanya sekadar Musorkab dan pemilihan ketua, tetapi bagaimana kita bersama-sama menggagas langkah agar prestasi olahraga Kabupaten Probolinggo semakin luar biasa. Pergantian pengurus adalah hal biasa, tetapi membicarakan masa depan prestasi itulah yang paling penting," katanya.
Bupati Haris memberikan apresiasi kepada kepengurusan KONI Kabupaten Probolinggo periode 2022–2026 yang dinilai berhasil membawa peningkatan prestasi olahraga daerah. Salah satu indikatornya adalah lonjakan peringkat Kabupaten Probolinggo dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
"Prestasi ini tidak mudah. Kabupaten Probolinggo mampu naik dari peringkat 29 menjadi 25, kemudian meningkat lagi ke posisi 19. Capaian tersebut menunjukkan hasil kerja keras seluruh pengurus, pelatih dan atlet meskipun dengan keterbatasan fiskal," ujarnya.
Selain peningkatan peringkat Porprov, Bupati Haris juga menyoroti keberhasilan sejumlah cabang olahraga, termasuk woodball yang berhasil menyumbangkan lima medali emas untuk kontingen Jawa Timur sekaligus meraih medali perunggu pada kejuaraan dunia saat mewakili Indonesia.
Menurutnya, ketua KONI yang terpilih harus mampu membangun komunikasi yang baik, menyusun strategi pembinaan yang terarah serta menyatukan seluruh cabang olahraga untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.
"Siapa pun yang terpilih nanti harus mampu berkomunikasi, sabar dan memiliki strategi yang jelas. Yang terpenting bukan siapa ketuanya, tetapi apa yang dapat diberikan kepada Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur bahkan Indonesia melalui prestasi olahraga," tegasnya.
Bupati Haris juga mengingatkan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berprestasi. Ia mendorong pengurus KONI memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha melalui program Bapak Asuh sekaligus memaksimalkan potensi cabang olahraga baru yang berpeluang menghasilkan medali.
"Keterbatasan fiskal bukan berarti semangat kita ikut terbatas. Masih banyak peluang kolaborasi yang bisa dilakukan agar pembinaan atlet tetap berjalan maksimal," jelasnya.
Lebih lanjut Bupati Haris meminta pembinaan atlet dilakukan sejak usia dini dengan melibatkan sekolah, madrasah dan pondok pesantren sebagai pusat pencarian bibit atlet potensial.
"Saya yakin banyak talenta olahraga di Kabupaten Probolinggo. Mari bersama-sama melibatkan sekolah, madrasah dan pesantren agar lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah," tambahnya.
Sementara Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo periode 2022–2026 Zainul Hasan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo atas dukungan yang diberikan selama masa kepengurusannya.
Ia berharap kepengurusan berikutnya mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus terus memberikan pendampingan kepada seluruh cabang olahraga.
"Ketua KONI harus hadir bersama atlet dan cabang olahraga. Kehadiran itu menjadi motivasi sekaligus bukti dukungan nyata terhadap pembinaan prestasi," katanya.
Wakil Ketua Umum III KONI Jawa Timur Zainal Arifin turut mengapresiasi perkembangan prestasi olahraga Kabupaten Probolinggo yang dinilai menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, tantangan pembinaan olahraga ke depan memang semakin besar karena keterbatasan anggaran juga dirasakan di tingkat provinsi. Namun kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat daerah dalam mencetak atlet berprestasi.
"Saya berharap kepengurusan baru benar-benar menjadikan prestasi sebagai prioritas utama, memperkuat sinergi dengan seluruh cabang olahraga dan memberikan perhatian yang lebih besar kepada para atlet. Dengan kebersamaan, saya optimistis prestasi olahraga Kabupaten Probolinggo akan terus meningkat," pungkasnya. (nab/zid)
.jpeg)