Wonomerto, Lensaupdate.com – Setelah cukup lama tidak digelar, Karnaval Budaya Wonomerto 2026 akhirnya kembali menyapa masyarakat Kabupaten Probolinggo. Kehadirannya langsung disambut meriah. Ribuan warga memenuhi sepanjang jalan untuk menyaksikan 26 peserta dari tujuh desa menampilkan berbagai kreasi budaya, Jumat (28/8/2026).
Sejak peserta mulai diberangkatkan dari depan Toko Bangunan H. Sayad Kecamatan Wonomerto, suasana sudah terasa berbeda. Warga berdiri di sepanjang rute untuk melihat langsung parade yang menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris turut hadir dan melepas peserta karnaval. Ia bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait menyaksikan kreativitas masyarakat yang datang dari berbagai desa di Kecamatan Wonomerto.
Tujuh desa ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, yakni Patalan, Wonorejo, Pohsangit Ngisor, Pohsangit Tengah, Sepuhgembol, Sumberkare dan Jrebeng.
Masing-masing peserta membawa konsep berbeda. Ada yang mengandalkan busana tradisional, tari, musik hingga berbagai kreasi seni yang dikemas secara menarik. Perpaduan budaya tradisional dan sentuhan modern membuat penampilan peserta semakin mencuri perhatian.
Yang paling menarik, karnaval tahun ini tidak hanya menjadi parade hiburan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi panggung bagi masyarakat untuk memperlihatkan kekayaan budaya yang berkembang di Wonomerto.
Camat Wonomerto Rasyidhi mengatakan tingginya partisipasi tujuh desa menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki semangat besar dalam menjaga tradisi sekaligus merayakan kemerdekaan.
“Kecamatan Wonomerto memiliki karakter budaya yang cukup beragam. Unsur budaya Pendalungan yang memadukan tradisi Jawa dan Madura menjadi salah satu warna dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Nuansa budaya Pendalungan terlihat dari berbagai busana yang dikenakan peserta. Kebaya dipadukan dengan pakaian khas Sakera-Marlena dan kreasi kontemporer. Penampilan tersebut semakin hidup dengan iringan musik dan tata suara sepanjang perjalanan.
Peserta menempuh rute sekitar dua kilometer. Mereka bergerak dari titik pemberangkatan menuju lokasi finish di lapangan sebelah selatan Kantor Kecamatan Wonomerto.
Antusiasme warga menjadi pemandangan tersendiri. Sisi kanan dan kiri jalan dipenuhi masyarakat yang ingin melihat setiap rombongan. Bahkan, sebagian warga memilih bertahan hingga peserta terakhir menyelesaikan seluruh rute.
Karnaval tersebut digelar melalui kolaborasi Panitia PHBN Kecamatan Wonomerto bersama Tim Gaharu Group Didik Nawacita Patalan. Pelaksanaannya juga melibatkan Forkopimka Wonomerto, karang taruna, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan GP Ansor untuk mendukung keamanan serta kelancaran acara.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengapresiasi kekompakan masyarakat yang membuat karnaval kembali berlangsung setelah lama vakum. Kegiatan tersebut tidak seharusnya dipandang hanya sebagai tontonan. Ada pesan kebersamaan dan pelestarian budaya yang jauh lebih penting di balik kemeriahan parade.
“Yang terselenggara ini atas sinergitas tujuh desa, tidak hanya sekadar hiburan, tetapi sebagai bentuk kebersamaan, kekompakan dan untuk menumbuhkan berbagai budaya khususnya di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan. "Budaya lokal harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman," lanjutnya.
Bupati Haris juga mengingatkan masyarakat agar menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Kelancaran acara, kata dia, membutuhkan kerja sama antara panitia, peserta dan masyarakat.
“Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban dari awal hingga akhir kegiatan ini, agar nantinya karnaval ini sesuai rencananya, dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tegasnya.
Kembalinya Karnaval Budaya Wonomerto 2026 akhirnya menjadi salah satu momen yang paling dinanti masyarakat. Setelah lama vakum, 26 peserta dari tujuh desa berhasil menghidupkan kembali kemeriahan parade budaya di tengah ribuan warga.
Bukan hanya soal kostum dan atraksi, karnaval ini menjadi bukti bahwa budaya lokal Wonomerto masih memiliki tempat kuat di hati masyarakat. Antusiasme warga yang rela berdesakan di sepanjang jalan menjadi tanda bahwa tradisi semacam ini masih layak terus digelar dan dikembangkan. (cit/fas)
Baca Juga :
