Kraksaan, Lensaupdate.com - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Probolinggo tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo juga menekankan pentingnya menerjemahkan semangat kemerdekaan melalui kerja nyata yang dirasakan langsung masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dalam tasyakuran peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar di Alun-alun Kraksaan, Senin (17/8/2026).
Tasyakuran menjadi salah satu rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus momentum untuk memperkuat rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar oleh para pendahulu bangsa.
Bupati Haris hadir bersama Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ. Keduanya mengikuti prosesi pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizky Siregar dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Mohammad Anggidigdo.
Prosesi tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjalankan pembangunan Kabupaten Probolinggo.
Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, jajaran pejabat Pemkab Probolinggo, perwakilan Forkopimda serta para pejuang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Probolinggo.
Kehadiran para veteran menjadi bagian penting dalam peringatan tersebut. Mereka merupakan saksi sekaligus bagian dari generasi yang memiliki kontribusi dalam perjalanan perjuangan bangsa. Karena itu, momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk kembali mengenang jasa dan pengorbanan para pendahulu.
Bupati Haris menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan peringatan. Menurutnya, nilai perjuangan harus diteruskan melalui pengabdian dan program pembangunan yang memberikan manfaat konkret kepada masyarakat.
“Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kemerdekaan dapat dirasakan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik serta pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan pembangunan daerah harus diukur dari manfaat yang diterima masyarakat. Pelayanan pemerintah, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas hidup menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan di era sekarang.
Semangat tersebut juga membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah bersama Forkopimda, masyarakat, tokoh masyarakat hingga berbagai elemen lainnya memiliki peran dalam menjaga persatuan dan menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Bagi Kabupaten Probolinggo, peringatan HUT RI ke-81 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Semangat gotong royong dan pengabdian diharapkan terus menjadi kekuatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tasyakuran tersebut akhirnya bukan sekadar ungkapan syukur atas usia kemerdekaan Indonesia yang telah mencapai 81 tahun. Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi terdahulu perlu dilanjutkan melalui kerja keras, pelayanan yang lebih baik serta pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat kemerdekaan, Pemkab Probolinggo mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Tujuannya adalah mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang semakin maju, mandiri, sejahtera dan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. (nab/zid)
Baca Juga :