PAITON – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Probolinggo menggelar Lomba Mamamia Melukis Lampion dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpaudi dan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Pantai Bohay Desa Binor Kecamatan Paiton, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang pengembangan kreativitas anak usia dini sekaligus mempererat keterlibatan orang tua dalam proses belajar dan bermain. Sebanyak 128 finalis terbaik dari 24 kecamatan mengikuti babak final setelah lolos dari seleksi tingkat kecamatan yang diikuti sekitar 5.500 peserta.
Suasana Pantai Bohay dipenuhi anak-anak yang mengenakan busana merah putih bersama orang tua mereka. Kehadiran keluarga menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung pendidikan anak usia dini melalui kegiatan kreatif.
Dalam kompetisi tersebut, dewan juri menilai karya peserta berdasarkan aspek kerapian, ketepatan pemilihan warna, kreativitas dan kelengkapan hasil melukis lampion.
Berdasarkan hasil penilaian, Arumi Aghnia Fakhirah Rande Fatah dari TP An Nur Laily Kecamatan Maron berhasil meraih juara pertama. Juara kedua diraih Rania Fitri dari PAUD Al Hikam Kecamatan Paiton, sedangkan juara ketiga diraih Wulandari dari PAUD Taman Gembira Kecamatan Dringu.
Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisyah mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.
"Saya bangga atas tingginya antusiasme masyarakat. Sekitar 5.500 peserta mengikuti pelaksanaan lomba di tingkat kecamatan, sebuah capaian yang menunjukkan semakin tingginya kepedulian keluarga terhadap pendidikan anak usia dini. Tidak mudah menggerakkan partisipasi orang tua dalam jumlah sebesar itu. Ini menjadi bukti kepedulian keluarga terhadap pendidikan anak usia dini semakin kuat dan patut diapresiasi," ujarnya.
Menurut Siti, lomba melukis lampion menghadirkan pengalaman berbeda bagi anak-anak yang selama ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Melalui kegiatan seni, mereka didorong untuk lebih kreatif sekaligus berinteraksi langsung dengan orang tua.
Sementara Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mengajak para orang tua mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget dengan memperbanyak aktivitas edukatif yang melibatkan kebersamaan dalam keluarga.
"Kegiatan ini sangat luar biasa. Lomba mewarnai bersama ibu dan anak bisa mengurangi intensitas bermain gadget dan menonton televisi. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini menular kepada ibu-ibu di Kabupaten Probolinggo agar hubungan antara ibu dan anak semakin dekat melalui aktivitas mewarnai dan bermain bersama," katanya.
Ning Marisa juga mengajak masyarakat kembali mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak sebagai media untuk melatih kemampuan motorik, sosial dan komunikasi.
"Permainan tradisional yang sekarang mulai hilang harus kita ciptakan dan kita gerakkan kembali. Anak-anak jangan terus-menerus bermain handphone. Mari kita hidupkan lagi permainan tradisional agar mereka bisa tumbuh lebih aktif, ceria dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya," tegasnya.
Melalui peringatan HUT Himpaudi dan Hari Anak Nasional 2026, Himpaudi Kabupaten Probolinggo berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan keluarga semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal melalui pendidikan, kreativitas dan interaksi positif sejak usia dini. (ren/zid)
