GENDING – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Probolinggo. Namun di balik kemeriahan itu, terselip pesan kuat dari Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris kepada ribuan anak-anak: jangan pernah takut bermimpi, jauhi pernikahan dini, dan bersama-sama hentikan segala bentuk perundungan (bullying).
Pesan tersebut disampaikan Bupati Haris saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional yang dirangkai dengan pengukuhan Pengurus Forum Anak Kabupaten Probolinggo Periode 2026–2029 di The Bentar Beach, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo itu dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, perwakilan Forkopimda, Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Pengadilan Negeri Kraksaan, CSR Bank Jatim Cabang Kraksaan, PT PLN Nusantara Power UP Paiton, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah.
Peringatan HAN tidak hanya diisi kegiatan seremonial. Berbagai agenda edukatif digelar, mulai dari pembacaan doa, penampilan puisi oleh anak inklusi, penyampaian Suara Anak Kabupaten Probolinggo, dialog interaktif bersama Bupati dan Kepala Kejaksaan Negeri, hingga outbound bertema anti-bullying yang mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan, bekerja sama, dan saling menghormati.
Dalam dialog bersama anak-anak, Bupati Haris memberikan motivasi agar mereka tidak membatasi cita-cita hanya karena kondisi ekonomi maupun lingkungan. Menurutnya, setiap pemimpin besar selalu berawal dari mimpi besar yang diperjuangkan dengan kerja keras, disiplin, dan doa.
"Jangan pernah takut punya mimpi dan cita-cita, anak-anakku. Pemimpin yang hebat berawal dari mimpi yang hebat. Teruslah belajar, berusaha dan yakin bahwa kalian mampu meraihnya," ujarnya.
Bupati Haris juga mengingatkan bahwa kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Menurutnya, generasi masa depan Kabupaten Probolinggo tidak cukup hanya pintar, tetapi juga harus memiliki akhlak, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.
"Anak-anak Kabupaten Probolinggo bukan hanya harus pintar, tetapi juga harus memiliki akhlak dan integritas. Itulah bekal utama untuk menjadi pemimpin yang amanah di masa depan," tegasnya.
Selain memotivasi anak-anak untuk mengejar pendidikan setinggi mungkin, Haris menyoroti masih adanya praktik pernikahan usia dini yang dapat menghambat masa depan generasi muda. Ia mengajak seluruh anak untuk fokus belajar dan mempersiapkan masa depan sebelum memasuki jenjang pernikahan.
"Saya berharap tidak ada lagi pernikahan dini. Raihlah cita-cita setinggi mungkin, selesaikan pendidikan dan persiapkan masa depan kalian sebaik-baiknya," tambahnya.
Pesan yang paling mendapat perhatian adalah ajakan menghentikan segala bentuk bullying. Haris menegaskan tidak boleh ada anak yang kehilangan rasa percaya diri hanya karena memiliki keterbatasan fisik, kondisi tertentu, maupun perbedaan lainnya.
Menurutnya, setiap anak memiliki kelebihan yang patut dihargai. Hal itu terlihat dari penampilan anak-anak inklusi yang mampu menunjukkan bakat luar biasa di hadapan para tamu undangan.
"Jangan ada bullying. Ini tanggung jawab kita bersama. Jangan pernah mematahkan semangat anak-anak. Kalau ada yang memiliki kekurangan fisik, belum tentu kita lebih baik dari mereka. Tadi kita melihat sendiri anak-anak luar biasa yang membacakan puisi. Bahkan saya pernah mendapatkan ceramah dari salah satu anak berkebutuhan khusus. Itu membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi yang harus dihargai. Semangat kita adalah menjaga kesetaraan bagi semua anak," jelasnya.
Sementara Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Aat Kardono mengatakan Forum Anak merupakan wadah partisipasi anak dalam pembangunan daerah. Melalui forum tersebut, anak-anak dapat menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, sekaligus menjadi pelopor dan pelapor dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.
Di sisi lain, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Mohammad Anggidigdo mengingatkan anak-anak agar tidak takut melaporkan setiap bentuk kekerasan yang mereka alami maupun saksikan.
"Jangan pernah takut melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya pelecehan seksual, kekerasan verbal maupun bentuk kekerasan lainnya. Sampaikan kepada orang tua, guru ataupun aparat penegak hukum. Negara hadir untuk melindungi anak-anak Indonesia," tegasnya.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional dan pengukuhan Forum Anak Kabupaten Probolinggo periode 2026–2029, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap semakin terbangun sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, bebas dari kekerasan, serta mendukung setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita tanpa rasa takut maupun diskriminasi. (nab/zid)
.jpeg)