BPS Kabupaten Probolinggo Perkuat Akurasi DTSEN Lewat Sinkronisasi Data


GENDING – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo bersama Pemerintah Kecamatan Gending memperkuat akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui rapat koordinasi sinkronisasi dan sosialisasi pembaruan data di Pendopo Kecamatan Gending, Selasa (4/8/2026). 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan data sosial ekonomi yang digunakan pemerintah tetap valid sebagai dasar penyaluran program bantuan dan penyusunan kebijakan pembangunan.

Rapat koordinasi dihadiri Camat Gending Winda Permata Erianti, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Bekti Dinarwati, Koordinator PLKB Kecamatan Gending, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), kepala desa, Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dari 13 desa serta tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan.

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti mengatakan sinkronisasi dilakukan untuk menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan terhadap hasil pembaruan DTSEN yang dirilis pada 10 Juli 2026.

Menurutnya, pemutakhiran data tersebut berdampak pada perubahan status sebagian masyarakat, termasuk perubahan desil yang memengaruhi penerimaan bantuan sosial.

"Tujuan kegiatan ini adalah menyinkronkan hasil update DTSEN terbaru sekaligus memberikan sosialisasi mengenai dampak pemutakhiran data terhadap pembangunan sosial ekonomi di Kabupaten Probolinggo, khususnya di Kecamatan Gending," katanya.

Lilik menjelaskan perubahan data dilakukan secara objektif berdasarkan kondisi riil masyarakat. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait perubahan status penerima bantuan.

Selain sinkronisasi data, BPS juga mendorong optimalisasi peran operator Sistem Informasi Geospasial Next Generation (SIG-NG) di seluruh desa. Operator desa diharapkan aktif melakukan pembaruan data melalui mekanisme usulan maupun sanggahan apabila terjadi perubahan kondisi sosial ekonomi warga.

"Kami berharap operator SIG-NG di 13 desa dapat aktif melakukan updating data sehingga kualitas DTSEN semakin baik dan selalu sesuai dengan kondisi riil di lapangan," jelasnya.

Lilik turut mengapresiasi kontribusi Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang selama ini berperan dalam proses pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.

Sementara Camat Gending Winda Permata Erianti mengajak pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung pembaruan DTSEN secara berkelanjutan. Data yang akurat menjadi kunci agar berbagai program pembangunan dan bantuan sosial dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak.

"Kami berharap seluruh pemerintah desa aktif berkoordinasi dalam memperbarui data masyarakat. Dengan data yang valid, program pemerintah dapat berjalan lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Melalui sinergi antara BPS, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, kualitas DTSEN diharapkan semakin akurat dan mutakhir. Data yang valid akan menjadi fondasi penting dalam mendukung kebijakan pembangunan sosial ekonomi sekaligus meningkatkan efektivitas penyaluran berbagai program kesejahteraan di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)