Tongas, Lensaupdate.com - Kematian ayam dalam jumlah cukup banyak setelah didatangkan dari luar daerah menjadi perhatian Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo. Kondisi tersebut mendorong Diperta memberikan penyuluhan dan pendampingan kesehatan ternak kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Bersama Desa Sumendi Kecamatan Tongas, Jumat (21/8/2026).
Penyuluhan yang berlangsung di Balai Desa Sumendi tersebut membahas pencegahan dan penanganan penyakit menular pada ternak, khususnya ayam petelur yang dikembangkan BUMDes Maju Bersama.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan pendampingan dilakukan setelah terjadi kematian ayam yang baru didatangkan dari luar daerah.
“Dari 30 ekor ayam yang didatangkan, pada hari pertama ada sembilan ekor yang mati dan selanjutnya juga ada kematian. Karena itu kami hadir untuk memberikan arahan mengenai pencegahan dan penanganan penyakit pada ternak,” ujarnya.
Menurut Niko, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bagi pengelola peternakan agar lebih memperhatikan prosedur kesehatan sejak ternak sebelum masuk ke kandang.
Ia mengingatkan setiap pembelian atau pengiriman ayam dari luar daerah harus disertai surat keterangan kesehatan hewan. Riwayat ternak juga perlu diketahui, mulai dari umur hingga vaksinasi yang telah diberikan.
“Kalau mengambil atau membeli ayam, apalagi ayam petelur, sebaiknya disertai surat keterangan sehat hewan. Kemudian harus ada riwayat ayam tersebut, sudah berumur berapa dan sudah divaksin apa saja,” jelasnya.
Salah satu langkah penting yang ditekankan Diperta adalah isolasi ternak baru. Ayam yang baru datang tidak boleh langsung dicampurkan dengan ternak yang sudah lebih lama berada di kandang.
“Ternak yang baru datang sebaiknya jangan dicampur. Harus dipisah dan ada kandang isolasi. Kurang lebih 14 hari, setelah tidak ada apa-apa baru bisa dicampur dengan ayam yang sudah lama,” tegas Niko.
Selain isolasi, penerapan biosecurity menjadi kunci untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit di lingkungan peternakan. Prosedur tersebut harus diterapkan terhadap ternak maupun orang yang keluar-masuk area kandang.
“Harus ada biosecurity. Ternak yang masuk maupun ternak yang keluar harus biosecuritynya baik. Sanitasinya juga harus baik dan jangan langsung masuk, tetapi harus disemprot disinfektan terlebih dahulu,” terangnya.
Niko juga mendorong pengelola BUMDes tidak terburu-buru memperbesar usaha sebelum memahami tata kelola peternakan secara benar. Salah satu langkah yang disarankan adalah melakukan studi tiru atau magang di unit usaha ayam petelur yang sudah berpengalaman.
“Kalau ingin berusaha di sektor peternakan dan kesehatan hewan, sebaiknya studi tiru dulu, istilahnya magang minimal satu bulan. Jadi sudah mengetahui cara memberikan makan, minum, obat dan penanganan kalau ayam sakit,” ungkapnya.
Selain kesehatan, manajemen pakan juga menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas ayam. Kebutuhan pakan harus disesuaikan dengan umur dan fase pertumbuhan ternak.
“Pakan ayam itu berbeda-beda sesuai umur. Kalau tidak sesuai dengan kebutuhan ayam, kemungkinan produksinya juga tidak optimal,” lanjutnya.
Untuk menjaga kondisi ternak, Diperta juga menyarankan pengelola menyusun jadwal vaksinasi berdasarkan riwayat vaksin ayam saat dibeli. Jadwal pemberian vitamin dan obat-obatan juga perlu dibuat secara teratur.
“Selain itu, perlu disusun SOP serta jadwal pemberian vitamin dan obat-obatan secara rutin selama satu tahun,” urainya.
Diperta Kabupaten Probolinggo memastikan pendampingan tidak berhenti pada penyuluhan. Pengawasan terhadap perkembangan kesehatan ayam BUMDes Maju Bersama akan dilakukan secara berkala.
Niko mengatakan pihaknya terbuka memberikan pendampingan kepada BUMDes maupun pelaku usaha peternakan yang membutuhkan pengetahuan mengenai pemeliharaan dan kesehatan ternak.
“Harapannya badan usaha milik desa, unit usaha maupun pelaku usaha di mana pun selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Dinas Pertanian maupun petugas teknis peternakan di wilayah masing-masing apabila ada masalah dengan ternaknya,” tambahnya.
Ia menambahkan, petugas Diperta akan melakukan pemantauan perkembangan kesehatan ayam BUMDes Maju Bersama secara rutin, dengan rencana kunjungan setiap satu bulan sekali.
“Kami juga akan selalu memfasilitasi dan membantu unit usaha atau pelaku usaha yang ingin belajar cara merawat dan memelihara ayam. Insya Allah dalam satu bulan sekali kami akan kembali mengawasi perkembangan kesehatan ayam yang ada di BUMDes Maju Bersama,” pungkasnya. (put/fas)
Baca Juga :
