Api Unggun dan ECO Cinema Warnai Edukasi Sampah GSC 2026


Gending, Lensaupdate.com – Perkemahan Gending Scout Camp (GSC) 2026 tidak hanya menghadirkan aktivitas kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi lingkungan bagi para peserta. Pada Sabtu (22/8/2026) malam, kegiatan di Bumi Perkemahan (Buper) Lapangan Desa Jatiadi Kecamatan Gending diisi api unggun, edukasi pengelolaan sampah dan nonton bareng ECO Cinema melalui film Kiamat Sampah.

Sebanyak 700 siswa dan siswi SD/MI serta SMP/MTs dari 45 gugus depan (gudep) se-Kecamatan Gending mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Para peserta didampingi kepala sekolah, kepala madrasah serta dewan guru masing-masing.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ selaku anggota Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Probolinggo, Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo Muhammad Bahrul Ulum, Camat Gending Winda Permata Erianti selaku Kamabiran Gending serta Ketua Kwaran Gerakan Pramuka Gending Irawan.

Suasana perkemahan semakin semarak saat peserta mengikuti prosesi api unggun. Setelah itu, para peserta diajak mengikuti edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah sebelum menyaksikan film Kiamat Sampah melalui program ECO Cinema.

Ning Hani turut berkeliling mengunjungi tenda-tenda peserta. Ia menyapa anggota Pramuka sekaligus mengikuti prosesi api unggun dan memberikan edukasi mengenai persoalan sampah.

Dalam penyampaiannya, Ning Hani mengajak para peserta memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Edukasi dilakukan secara interaktif melalui dialog dan tanya jawab.

Peserta diberi kesempatan menyampaikan pengetahuan maupun pengalaman mereka mengenai persoalan sampah yang ditemui di lingkungan sekolah, rumah maupun tempat tinggal.

Menurut Ning Hani, penanganan sampah tidak cukup dilakukan dengan membersihkan sampah yang sudah berserakan. Perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Penanganan sampah ini kita upayakan supaya anak-anak punya pemikiran dan kesadaran. Sampah sebenarnya bukan masalah memungut saja, tetapi bagaimana menyadarkan sumber daya manusia,” tegasnya.

Ia menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan. Melalui Pramuka, pesan mengenai kebersihan, pengurangan sampah dan kepedulian terhadap alam dapat ditanamkan sejak usia sekolah.

Sementara Ketua Kwaran Gerakan Pramuka Gending Irawan mengatakan pemutaran film Kiamat Sampah dipilih sebagai media edukasi yang lebih menarik dan mudah diterima oleh peserta didik.

Menurutnya, penyampaian pesan lingkungan melalui film dapat menggugah kesadaran peserta mengenai dampak sampah terhadap kehidupan manusia dan kelestarian alam.

“Kiamat Sampah ini tentunya menyadarkan kepada anak-anak untuk melestarikan lingkungan dan peduli terhadap penanganan sampah,” ujarnya.

Irawan berharap pengetahuan yang diperoleh peserta selama GSC 2026 tidak berhenti di lokasi perkemahan. Para anggota Pramuka diharapkan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.

“Para anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi contoh dalam menjaga kebersihan, mengurangi sampah dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Wabup Probolinggo Fahmi AHZ dan Ning Hani dalam rangkaian GSC 2026. Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut dinilai memberikan motivasi tersendiri bagi peserta maupun pengurus Pramuka di Kecamatan Gending.

“Kami merasa senang dan merasa terhormat dengan hadirnya Ra Fahmi dan Ning Hani. Saya mengucapkan terima kasih karena telah hadir dan memotivasi kami dalam kegiatan Gending Scout Camp ini,” tambahnya.

Perpaduan kegiatan kepramukaan, api unggun, dialog lingkungan dan pemutaran film Kiamat Sampah membuat GSC 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan perkemahan. Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana menanamkan kesadaran bahwa persoalan sampah harus dihadapi bersama.

Melalui kegiatan tersebut, anggota Pramuka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki keterampilan dan karakter kuat, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di tengah masyarakat. (nab/zid)

Baca Juga :