Pemkab Probolinggo Matangkan Misi Dagang Jatim 2027


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mulai mematangkan persiapan menghadapi Misi Dagang Jawa Timur 2027 sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar produk unggulan sekaligus menarik investasi baru ke daerah. Persiapan tersebut dilakukan melalui audiensi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Pertemuan yang berlangsung di ruang Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (30/7/2026) ini menjadi forum penyamaan persepsi antara Pemkab Probolinggo dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur dalam menyusun strategi menghadapi agenda perdagangan regional tahun 2027.

Audiensi dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, Kepala Bapelitbangda Juwono P. Utomo, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Sugeng Wiyanto, Sekretaris BPPKAD Aries Purwanto, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Diskoparekraf Diyah Setyo Rini, perwakilan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Analis Perdagangan Ahli Muda Disperindag Jawa Timur Ernawati Setyadewi serta Pamong Budaya Ahli Muda Disbudpar Jawa Timur Kartika Widyawati.

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai strategi mulai dari pemetaan potensi investasi, penguatan promosi produk unggulan daerah, pelaksanaan business matching hingga peningkatan kolaborasi lintas sektor agar Kabupaten Probolinggo mampu tampil lebih kompetitif dalam Misi Dagang Jatim 2027.

Analis Perdagangan Ahli Muda Disperindag Provinsi Jawa Timur Ernawati Setyadewi mengatakan Misi Dagang merupakan program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli maupun investor dari berbagai daerah.

"Melalui Misi Dagang ini pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan calon buyer maupun investor sehingga peluang kerja sama bisnis semakin terbuka. Program ini juga menjadi sarana memperkuat pasar regional hingga membuka akses menuju pasar internasional," ujarnya.

Menurut Ernawati, rangkaian Misi Dagang tidak hanya menghadirkan transaksi perdagangan, tetapi juga promosi investasi, kerja sama antardaerah (KAD), kurasi produk unggulan hingga promosi budaya sebagai identitas daerah.

Ia menjelaskan Kabupaten Probolinggo bukan peserta baru dalam agenda tersebut. Sejak tahun 2019 hingga 2026, sebanyak 22 pelaku usaha asal Kabupaten Probolinggo telah mengikuti berbagai pelaksanaan Misi Dagang Jawa Timur.

"Keikutsertaan tersebut memberikan dampak positif terhadap perluasan pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan Kabupaten Probolinggo dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, industri pengolahan hingga UMKM," jelasnya.

Ernawati menambahkan Disperindag Provinsi Jawa Timur siap mendampingi proses kurasi pelaku usaha, menentukan komoditas unggulan yang sesuai dengan kebutuhan pasar serta memetakan calon buyer potensial.

Sementara Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menyampaikan Misi Dagang menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi ekonomi Kabupaten Probolinggo kepada investor maupun mitra usaha dari berbagai daerah.

"Kabupaten Probolinggo memiliki banyak komoditas unggulan yang layak dipasarkan lebih luas. Momentum Misi Dagang harus dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan pemasaran sekaligus membuka peluang investasi baru," katanya.

Menurut Sugeng, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, industri pengolahan hingga UMKM menjadi kekuatan utama yang akan dipromosikan dalam agenda tersebut.

"Kami ingin semakin banyak produk lokal Kabupaten Probolinggo yang mampu menembus pasar antardaerah bahkan pasar nasional sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," tambahnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menegaskan seluruh perangkat daerah akan memperkuat koordinasi untuk menyukseskan keikutsertaan Kabupaten Probolinggo dalam Misi Dagang Jawa Timur 2027.

"Komitmen kami adalah memastikan seluruh perangkat daerah bergerak bersama mempersiapkan data investasi, produk unggulan dan berbagai potensi daerah sehingga Kabupaten Probolinggo mampu tampil maksimal di hadapan calon investor maupun mitra usaha," ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut hasil audiensi, Pemkab Probolinggo akan menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk penyusunan data potensi investasi, kurasi pelaku usaha serta promosi komoditas unggulan yang siap dipasarkan.

Keikutsertaan dalam Misi Dagang Jatim 2027 diharapkan mampu meningkatkan nilai investasi, memperluas jaringan perdagangan, membuka pasar baru bagi produk unggulan daerah serta memperkuat daya saing ekonomi Kabupaten Probolinggo di tingkat regional maupun nasional.

Selain mendorong pertumbuhan investasi, program tersebut juga diharapkan mampu memperlancar distribusi komoditas, memperkuat peran UMKM serta memberikan kontribusi terhadap pengendalian inflasi melalui penguatan perdagangan antardaerah. Dengan sinergi antara Pemkab Probolinggo dan Pemprov Jawa Timur, Misi Dagang Jatim 2027 diharapkan menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan. (nab/zid)