Pemkab Probolinggo Gandeng PCNU Kraksaan Perkuat Sinergi Program Pembangunan


Kraksaan, Lensaupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyelarasan program kerja organisasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Probolinggo 2025–2029.

Komitmen tersebut dibahas dalam forum Sinergisitas Program PCNU Kraksaan dan Pemkab Probolinggo yang berlangsung di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (23/7/2026). Pertemuan dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH. Abdul Wasik Hannan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Chafidzul Hakim Noer serta pengurus dan lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Sekretaris PCNU Kraksaan Ahmad Fawaid menjelaskan sinkronisasi dilakukan agar Rencana Strategis (Renstra) PCNU Kraksaan 2025–2030 dapat berjalan searah dengan prioritas pembangunan daerah. Enam sektor menjadi fokus utama, yakni pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, keagamaan, sosial dan hukum, kebencanaan serta pelestarian lingkungan.

Menurutnya, setiap lembaga di bawah naungan PCNU telah menyusun program kerja yang siap dikolaborasikan dengan pemerintah daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Semangat Bangkit, Bersinergi dan Bermanfaat kami implementasikan melalui penyelarasan program dengan RPJMD Kabupaten Probolinggo. Kami berharap seluruh kegiatan NU dapat berjalan seiring dengan pembangunan daerah demi kemaslahatan masyarakat," ujarnya.

Fawaid juga mengusulkan pembentukan nota kesepahaman (MoU) antara PCNU Kraksaan dan Pemkab Probolinggo sebagai dasar hukum untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program bersama secara berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menilai sinergi dengan organisasi kemasyarakatan, khususnya Nahdlatul Ulama, menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. NU memiliki jaringan hingga tingkat desa, sehingga menjadi mitra strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemiskinan hingga lingkungan," katanya.

Bupati Haris menyebut keterlibatan badan otonom dan lembaga di bawah Nahdlatul Ulama sangat dibutuhkan dalam mendukung program pemerintah, termasuk percepatan penurunan stunting, pengurangan angka kematian ibu dan bayi serta pemberdayaan masyarakat.

Ia juga meminta para camat memperkuat komunikasi dengan para ulama, pengasuh pondok pesantren dan pengurus NU di wilayah masing-masing agar berbagai persoalan sosial dapat ditangani secara cepat melalui pendekatan kolaboratif.

"Saya berharap camat benar-benar memahami kondisi wilayahnya dan terus membangun komunikasi dengan tokoh agama serta pesantren. Dengan kolaborasi yang baik, berbagai persoalan masyarakat akan lebih mudah diselesaikan," tegasnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Chafidzul Hakim Noer menegaskan pihaknya siap menjadi mitra pemerintah dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, dakwah, kegiatan sosial hingga penguatan ekonomi masyarakat.

"Kolaborasi ini merupakan bentuk ikhtiar bersama agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo," ujarnya.

Sementara Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH. Abdul Wasik Hannan menilai sinergi antara pemerintah dan ulama menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang religius, inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Melalui penyelarasan program tersebut, Pemkab Probolinggo dan PCNU Kraksaan berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat semakin kuat sehingga mampu mendukung percepatan pembangunan daerah secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (nab/zid)