PCNU Kraksaan Siapkan Empat Langkah Menuju Muktamar NU


Banyuanyar, Lensaupdate.com – Meski Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 masih akan digelar pada Agustus 2026, PCNU Kraksaan mulai mengambil langkah lebih awal. Organisasi keagamaan terbesar di Kabupaten Probolinggo itu menetapkan empat program prioritas sebagai fondasi memperkuat organisasi sekaligus menyongsong agenda tertinggi Nahdlatul Ulama.

Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat pengurus yang berlangsung di Pondok Pesantren Nahdlatut Thalibin, Desa Blado Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Sabtu (25/7/2026). Berbeda dari rapat rutin, pertemuan ini difokuskan untuk menyusun arah gerak organisasi dalam jangka menengah agar setiap program berjalan lebih terukur.

Rapat dipimpin Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan bersama jajaran Syuriyah, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Chafidzul Hakim Noer dan Sekretaris PCNU Kraksaan H. Ahmad Fawaid.

Empat agenda yang menjadi prioritas meliputi persiapan menghadapi Muktamar NU ke-35, penguatan kegiatan Lailatul Ijtima', optimalisasi kaderisasi, serta penguatan peran Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Menurut KH Abdul Wasik Hannan, persiapan menuju Muktamar NU tidak bisa dilakukan secara mendadak. Seluruh perangkat organisasi perlu membangun kesiapan sejak sekarang agar mampu memberikan kontribusi maksimal dalam forum tertinggi Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung di Jombang pada 27 hingga 31 Agustus 2027.

"Persiapan menuju Muktamar NU ke-35 harus dilakukan sejak sekarang. Seluruh jajaran diharapkan mempersiapkan diri secara maksimal agar dapat berpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi terbaik dalam menyukseskan agenda tertinggi Nahdlatul Ulama," katanya.

Selain fokus pada muktamar, PCNU Kraksaan juga memperkuat fungsi organisasi di tingkat akar rumput melalui pelaksanaan Lailatul Ijtima' secara berkala. Forum tersebut akan dilaksanakan setiap tiga bulan di tingkat PCNU, sedangkan di 14 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) digelar secara bergiliran.

Bagi PCNU Kraksaan, Lailatul Ijtima' bukan sekadar forum silaturahmi antarpengurus. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan di tengah masyarakat.

Program prioritas berikutnya adalah kaderisasi. Pengurus menilai keberlangsungan organisasi sangat bergantung pada keberhasilan mencetak kader yang memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen dalam melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama.

"Pengkaderan harus terus diperkuat, baik pada jenjang dasar maupun menengah. Dengan kaderisasi yang baik, Nahdlatul Ulama akan memiliki generasi penerus yang siap melanjutkan perjuangan organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi umat," terangnya.

Tidak kalah penting, rapat juga menyoroti penguatan peran LAZISNU sebagai instrumen pemberdayaan umat. Penghimpunan zakat, infak, dan sedekah akan terus ditingkatkan, diikuti dengan pengelolaan dan pendistribusian yang lebih transparan serta tepat sasaran.

KH Abdul Wasik menegaskan LAZISNU memiliki posisi strategis, tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat kemandirian organisasi dalam menjalankan berbagai program sosial, pendidikan, dan keagamaan.

"LAZISNU diharapkan menjadi salah satu pilar kemandirian organisasi sekaligus wujud nyata kepedulian sosial Nahdlatul Ulama. Karena itu penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak serta sedekah harus terus diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," tegasnya.

Melalui empat program prioritas tersebut, PCNU Kraksaan ingin memastikan penguatan organisasi berjalan secara menyeluruh, mulai dari pembinaan kader, penguatan pelayanan kepada umat, hingga persiapan menghadapi agenda nasional Nahdlatul Ulama. Langkah ini diharapkan membuat PCNU Kraksaan semakin solid dalam menjalankan peran keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Probolinggo, sekaligus siap memberikan kontribusi pada Muktamar NU ke-35 mendatang. (ren/zid)