Ning Marisa Perkuat Pendampingan IKM Banyuanyar Agar Naik Kelas dan Berdaya Saing


Banyuanyar, Lensaupdate.com – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris terus mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, inovasi dan perluasan pasar. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengunjungi sejumlah sentra IKM di Kecamatan Banyuanyar, Selasa (28/7/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Dekranasda Kabupaten Probolinggo untuk melihat langsung perkembangan usaha, mendengar berbagai tantangan yang dihadapi pelaku IKM serta memberikan motivasi agar produk lokal semakin kompetitif di pasar regional maupun nasional.

Dalam kegiatan tersebut, Ning Marisa didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto, Wakil Ketua II Dekranasda Rita Erik Ugas Irwanto, Sekretaris Dekranasda Galuh Hudan Syarifuddin, Camat Banyuanyar Hudan Kurniawan serta Ketua Dharma Wanita Persatuan DKUPP Kabupaten Probolinggo Bekti Dinarwati Sugeng Wiyanto.

Kunjungan diawali di IKM Mie Ngokos milik Ina Ratnawati di Desa Pendil. Usaha tersebut telah berkembang dengan memproduksi berbagai olahan pangan, mulai dari abon ayam, aneka olahan daun kelor hingga bawang goreng yang dipasarkan ke berbagai daerah.

Di lokasi tersebut, Ning Marisa berdialog langsung dengan pemilik usaha mengenai proses produksi, inovasi produk hingga strategi pemasaran. Ia juga meninjau setiap tahapan produksi untuk melihat potensi pengembangan yang dapat terus ditingkatkan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke IKM NC Cookies di Desa Klenang Kidul yang dikelola Ari Hermawati. Industri rumahan ini memproduksi aneka kue kering dan berbagai jenis keripik yang menjadi salah satu produk unggulan masyarakat setempat.

Rombongan selanjutnya mengunjungi IKM Marem Craft di Desa Gunung Geni. Usaha milik Miskadi tersebut dikenal menghasilkan berbagai kerajinan berbahan bambu dengan nilai seni tinggi. Dalam kesempatan itu, Ning Marisa turut mencoba membuat kerajinan bambu bersama para perajin sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas pelaku usaha lokal.

Kunjungan ditutup di IKM milik Fathoni di Desa Banyuanyar Kidul yang memproduksi sapu lidi dan berbagai kerajinan berbahan rotan ate. Produk-produk tersebut dinilai memiliki peluang besar menembus pasar yang lebih luas apabila didukung inovasi desain, pengemasan serta pemasaran yang lebih modern.

Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk pendampingan langsung kepada para pelaku IKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Kami ingin melihat langsung kondisi para pelaku IKM, mendengar berbagai tantangan yang mereka hadapi, sekaligus memberikan semangat agar terus berinovasi sehingga produk Kabupaten Probolinggo semakin dikenal masyarakat luas," katanya.

Menurut Ning Marisa, daya saing sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas, tetapi juga kemampuan pelaku usaha mengikuti perkembangan pasar, memanfaatkan teknologi digital serta menjaga konsistensi mutu produksi.

Ia menegaskan Dekranasda Kabupaten Probolinggo akan terus bersinergi dengan DKUPP dan berbagai pihak untuk memberikan pendampingan kepada pelaku IKM, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengembangan desain, promosi hingga perluasan akses pasar.

"Kami berharap semakin banyak IKM yang mampu naik kelas, membuka lapangan kerja baru dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (ren/zid)