Tiris, Lensaupdate.com - Komoditas gula aren Kabupaten Probolinggo tengah dipersiapkan naik kelas. Tidak lagi hanya dipasarkan sebagai produk rumahan, gula aren dari Kecamatan Tiris dan Krucil kini dibangun menjadi identitas bersama melalui program communal branding palm sugar yang ditargetkan mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional.
Langkah tersebut menjadi fokus workshop peningkatan kualitas produk yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur di Tiris Adventure Resort, Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kamis (23/7/2026).
Berbeda dengan pelatihan biasa, program ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Sebanyak 30 pelaku usaha gula aren bersama pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Segaran dan Koperasi Pemasaran Pelita Argopuro Krucil akan mendapatkan pendampingan intensif selama empat bulan, mulai Juli hingga Oktober 2026.
Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kualitas produksi, penguatan rantai pasok, diversifikasi produk, pengemasan hingga strategi pemasaran agar gula aren Probolinggo memiliki daya saing lebih tinggi.
Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan pengembangan communal branding menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris dipilih karena memiliki peran yang saling melengkapi dalam rantai produksi gula aren.
"Program communal branding palm sugar ini sejalan dengan visi penguatan ekonomi daerah. Kecamatan Krucil telah memiliki rumah produksi gula aren hasil pembinaan yang mampu memproduksi sekitar 30 kilogram gula semut per hari. Sementara Kecamatan Tiris menjadi sentra bahan baku karena 12 dari 16 desanya merupakan penghasil gula aren," katanya.
Model pengembangan tersebut diharapkan membentuk ekosistem usaha yang terintegrasi. Kecamatan Tiris berperan sebagai pemasok bahan baku, sedangkan Kecamatan Krucil memperkuat proses pengolahan hingga menghasilkan produk bernilai tambah seperti gula semut yang memiliki peluang pasar lebih luas.
Sugeng juga mengungkapkan bahwa Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris telah menetapkan gula aren sebagai produk unggulan desa melalui konsep One Village One Product (OVOP). Kebijakan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun identitas produk sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas lokal.
Selain memperkuat produksi, pemerintah juga mendorong pelaku UMKM untuk membangun merek bersama sehingga produk gula aren dari Kabupaten Probolinggo lebih mudah dikenali konsumen.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Arina Nur Fauziyah mengatakan sektor koperasi dan UMKM masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jawa Timur pada 2025 tumbuh sebesar 5,33 persen, sementara kontribusi koperasi dan UMKM mencapai lebih dari 60 persen terhadap perekonomian provinsi.
Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah provinsi menilai gula aren dari Kabupaten Probolinggo memiliki peluang berkembang menjadi produk unggulan apabila didukung peningkatan kualitas dan pemasaran.
"Kecamatan Krucil dan Tiris memiliki potensi besar sebagai sentra gula aren. Karena itu, kami ingin meningkatkan daya saing produk melalui diversifikasi, penguatan rantai pasok dan pengembangan communal branding sehingga produk lokal memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," ujarnya.
Arina menjelaskan dukungan pemerintah tidak hanya berupa pelatihan. Pelaku usaha juga akan difasilitasi dalam desain kemasan, sertifikasi halal, pendaftaran merek, akses pembiayaan, uji laboratorium hingga perluasan pemasaran secara luring maupun daring.
P"endekatan tersebut diharapkan mampu mengubah pola usaha gula aren dari sekadar menjual bahan baku menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," terangnya.
Workshop ini juga menghadirkan akademisi dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur yang memberikan materi mengenai strategi peningkatan produktivitas, efisiensi usaha serta penguatan daya saing UMKM di tengah persaingan pasar.
Dengan pendampingan berkelanjutan selama empat bulan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan lahirnya brand kolektif gula aren Probolinggo yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional. Jika strategi ini berhasil, komoditas lokal tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, tetapi juga memperkuat posisi Tiris dan Krucil sebagai sentra gula aren unggulan di Jawa Timur. (ren/zid)
