Sukapura, Lensaupdate.com - Kabar baik datang dari kawasan Gunung Ringgit di Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melanda kawasan tersebut mulai terkendali setelah seluruh titik api tidak lagi terpantau pada Minggu (26/7/2026) malam.
Meski kondisi menunjukkan perkembangan positif, petugas gabungan masih disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru akibat sisa bara maupun perubahan cuaca selama musim kemarau.
Pemantauan dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, Pemerintah Desa Sapikerep dan masyarakat sekitar. Pengawasan dimulai sekitar pukul 22.17 WIB dengan titik observasi berada di Dusun II Kedampul, Desa Sapikerep.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kobaran api yang terlihat di lokasi kebakaran hingga pukul 21.30 WIB.
"Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan bersama, pada pukul 21.30 WIB titik api sudah tidak terpantau. Kondisi ini menunjukkan kebakaran mulai terkendali, namun kami tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru," katanya.
Menurut Oemar, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 4,5 hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi rumput kering, semak belukar serta pepohonan yang mudah terbakar akibat kondisi cuaca yang panas dan minim curah hujan.
Meski api telah padam secara visual, BPBD belum menghentikan pengawasan. Tim gabungan tetap melakukan patroli berkala karena bara api yang masih tersisa di bawah permukaan maupun tiupan angin berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Pemantauan tetap kami lakukan secara berkala. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi benar-benar aman serta mencegah terjadinya kebakaran susulan di kawasan Gunung Ringgit," jelasnya.
Hasil pemantauan lanjutan pada Senin (27/7/2026) pagi juga menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Tidak ditemukan lagi kepulan asap dari area yang sebelumnya terbakar sehingga situasi dinilai relatif aman.
Keberhasilan mengendalikan kebakaran tidak lepas dari koordinasi berbagai pihak yang sejak awal terlibat dalam pemantauan dan penanganan di lapangan. Sinergi antara BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Jawa Timur, aparat TNI, Polri, pemerintah desa hingga masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pengendalian situasi.
Oemar mengapresiasi seluruh unsur yang telah bekerja sama selama proses pemantauan berlangsung. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam memastikan setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti.
"Kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam memastikan perkembangan kebakaran dapat dipantau secara cepat, sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan apabila muncul titik api baru," ujarnya.
BPBD juga kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi suhu udara yang tinggi, kelembapan rendah serta angin yang cukup kencang masih meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka, membersihkan lahan dengan cara membakar, maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan. Apabila menemukan asap atau titik api, warga diminta segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat," tegasnya.
BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan pemantauan Karhutla Gunung Ringgit akan terus dilakukan hingga dipastikan tidak ada lagi potensi kebakaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana untuk melindungi kawasan hutan di Kecamatan Sukapura sekaligus menjaga keselamatan masyarakat selama puncak musim kemarau 2026. (put/zid)
