Dringu, Lensaupdate.com - Kabupaten Probolinggo kembali dipercaya menjadi salah satu Tempat Uji Kompetensi (TUK) Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) APBN Tahun 2026. Sebanyak 76 guru dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan mengikuti seleksi di SMPN 1 Dringu, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono dan dihadiri perwakilan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur, BKPSDM Kabupaten Probolinggo, Kepala SMPN 1 Dringu, panitia pelaksana serta perwakilan Dinas Pendidikan dari Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan.
Dari total 76 peserta, sebanyak 23 guru berasal dari Kabupaten Probolinggo yang telah lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi substansi sebagai bagian dari proses penyiapan calon kepala sekolah.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan pihaknya bersyukur sekaligus bangga karena Kabupaten Probolinggo kembali dipercaya menjadi salah satu dari delapan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di Jawa Timur.
"Saya merasa bersyukur dan bangga karena Kabupaten Probolinggo, khususnya SMPN 1 Dringu kembali dipercaya menjadi Tempat Uji Kompetensi pelaksanaan BCKS tingkat Jawa Timur untuk kedua kalinya. Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur hanya delapan TUK yang terpilih dan salah satunya adalah Kabupaten Probolinggo. Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab bersama," katanya.
Hary menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMPN 1 Dringu, panitia pelaksana, BBGTK Provinsi Jawa Timur dan BKPSDM Kabupaten Probolinggo yang telah memastikan pelaksanaan seleksi berlangsung objektif, berkualitas dan akuntabel. Peserta yang mengikuti seleksi merupakan guru-guru terbaik yang telah lolos verifikasi administrasi dan memiliki peluang menjadi kepala sekolah melalui mekanisme reguler.
"Bagi Saudara-saudara yang berada pada tahap ini saya ucapkan selamat. Saudara merupakan calon-calon kepala sekolah yang berkesempatan mengikuti mekanisme reguler sehingga nantinya dapat diangkat sebagai kepala sekolah untuk masa jabatan dua periode atau delapan tahun sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Hary berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan seleksi dengan menjunjung tinggi integritas, kejujuran dan profesionalisme sebagai bekal utama menjadi pemimpin satuan pendidikan.
"Manfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kompetensi manajerial, kepemimpinan akademik dan kemampuan membina komunitas sekolah yang inklusif serta berkualitas. Ikutilah seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan hormati seluruh aturan yang telah ditetapkan panitia," tegasnya.
Selain itu, Hary juga meminta panitia dan pengawas memastikan seluruh proses seleksi berlangsung lancar, adil dan transparan sehingga mampu menghasilkan calon kepala sekolah yang kompeten dan berintegritas.
"Semoga seleksi ini menghasilkan calon-calon kepala sekolah yang kompeten, berdedikasi dan mampu membawa sekolahnya menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berkarakter serta responsif terhadap kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Kami juga berharap Kabupaten Probolinggo terus dipercaya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan-kegiatan strategis di bidang pendidikan," pungkasnya. (mel/fas)
