DLH Kabupaten Probolinggo Angkut 2,7 Ton Sampah dari Saluran Tersier Patokan


Kraksaan, Lensaupdate.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan masyarakat menggelar kurve atau kerja bakti membersihkan saluran tersier di belakang Aneka Sambal dan belakang Rumah Tahanan (Rutan) Kraksaan, Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan ratusan peserta dari DLH Kabupaten Probolinggo, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo, HIPPA serta warga RW 2 Kelurahan Patokan. Aksi bersih-bersih dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah penyumbatan saluran air akibat penumpukan sampah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Roby Siswanto, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Mishul Sauliyah Fitriawati, Camat Kraksaan Puja Kurniawan, Kepala Rutan Kraksaan Galih Setiyo Nugroho serta Lurah Patokan Urip Mujiyono.

Dari hasil kerja bakti, petugas berhasil mengangkut sebanyak 2.790 kilogram atau sekitar 2,7 ton sampah yang didominasi sampah plastik dan popok bayi sekali pakai. Temuan tersebut menunjukkan masih tingginya kebiasaan membuang sampah ke saluran air yang berpotensi menimbulkan banjir dan pencemaran lingkungan.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Roby Siswanto mengatakan kegiatan kurve tidak hanya bertujuan membersihkan saluran air, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

"Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran irigasi," katanya.

Menurut Roby, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penumpukan sampah di saluran air. "Harapan kami tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah di sungai karena dampaknya sangat merugikan, baik bagi lingkungan maupun masyarakat sendiri," ujarnya.

Roby juga mengingatkan para anggota HIPPA agar setiap kegiatan pembersihan saluran air tidak berhenti pada mengangkat sampah, tetapi memastikan seluruh sampah diangkut hingga ke tempat pembuangan yang telah disediakan.

"Kami menghimbau kepada HIPPA, saat membersihkan saluran air sebaiknya sampah tidak hanya diangkat, tetapi juga diangkut agar tidak kembali masuk ke saluran dan mencemari lingkungan," tegasnya.

Melalui kegiatan kurve ini, DLH Kabupaten Probolinggo berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah terus meningkat. Dengan saluran air yang bersih dan bebas dari tumpukan sampah, risiko banjir dapat diminimalkan sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat, bersih dan nyaman bagi masyarakat. (nab/zid)