Dinsos Kabupaten Probolinggo Perkuat Kesiapsiagaan Bencana melalui Simulasi Dapur Umum dan TTM


Dringu, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui simulasi Dapur Umum (DU) dan program Tagana Teman Masyarakat (TTM). Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Dringu, Rabu (29/7/2026) ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, terutama di kawasan yang memiliki potensi bencana banjir.

Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, PKK Kecamatan Dringu, PKK Desa Kedungdalem dan Desa Dringu, perwakilan RT/RW, Fatayat NU, Muslimat NU, Tim Program Keluarga Harapan (PKH), SDM PKH, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna hingga Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Probolinggo.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai mitigasi, antisipasi serta penanganan bencana dari tim Tagana Kabupaten Probolinggo. Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi operasional dapur umum sebagai gambaran nyata pelayanan logistik saat terjadi bencana.

Pada simulasi tersebut, anggota Tagana mempraktikkan proses pengolahan makanan siap saji untuk masyarakat terdampak bencana. Seluruh proses mulai dari persiapan bahan, memasak hingga pendistribusian makanan diperagakan sesuai prosedur penanganan kedaruratan. Hasil masakan kemudian dibagikan kepada seluruh peserta sebagai bagian dari skenario latihan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Bekti Dinarwati mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi antarunsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

"Melalui simulasi ini kami ingin meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi maupun menghadapi potensi bencana. Harapannya, masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup sehingga mampu mengambil langkah yang tepat saat bencana terjadi," ujarnya.

Menurut Bekti, Kecamatan Dringu dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena termasuk wilayah yang memiliki potensi rawan banjir sehingga masyarakat perlu dibekali kemampuan dasar menghadapi kondisi darurat.

"Harapannya kegiatan ini mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pengurangan risiko bencana sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, relawan dan masyarakat dalam penanganan kebencanaan," tambahnya.

Sementara Sekretaris Dinsos Kabupaten Probolinggo Siti Mariam menjelaskan simulasi dapur umum merupakan implementasi Peraturan Menteri Sosial Nomor 29 Tahun 2012 tentang Taruna Siaga Bencana (Tagana), khususnya dalam pelaksanaan operasi tanggap darurat melalui penyediaan layanan dapur umum.

"Simulasi ini bertujuan mengasah kekompakan dan kerja sama tim sehingga ketika terjadi bencana, Tagana bersama seluruh unsur masyarakat sudah siap membuka dapur umum untuk menyediakan makanan pada masa awal kedaruratan sekaligus membantu penanganan bencana," katanya.

Selain latihan operasional dapur umum, peserta juga memperoleh edukasi melalui program Tagana Teman Masyarakat agar mampu melakukan tindakan penyelamatan diri, keluarga maupun lingkungan sekitar sebelum bantuan datang.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat sehingga penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi dan mampu meminimalkan risiko maupun dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat," pungkasnya. (mel/fas)