Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat pengawasan keamanan pangan melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha pengelolaan pangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan Pelatihan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang diikuti oleh 20 pelaku usaha di Kabupaten Probolinggo, Selasa (28/7/2026).
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Dinkes Kabupaten Probolinggo dalam memastikan setiap tempat pengelolaan pangan menerapkan standar higiene dan sanitasi sesuai ketentuan. Dengan demikian, makanan yang diproduksi diharapkan aman dikonsumsi masyarakat sekaligus mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap pelaku usaha.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar higiene sanitasi, tata cara pengolahan pangan yang baik, pengendalian risiko kontaminasi, kebersihan peralatan, hingga perilaku hidup bersih bagi penjamah makanan. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai persyaratan administratif dan teknis untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam perlindungan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, pelaku usaha harus memahami bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga proses pengolahan dan kebersihan lingkungan kerja.
"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya penerapan higiene dan sanitasi dalam setiap proses pengelolaan pangan. Dengan demikian, makanan yang dihasilkan benar-benar aman dikonsumsi dan memenuhi persyaratan kesehatan," katanya.
Menurut Sri Wahyu, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi menjadi bukti komitmen pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Sertifikat tersebut juga memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa proses pengolahan pangan telah memenuhi standar kesehatan yang berlaku.
"Melalui kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, pelaku usaha menunjukkan keseriusannya dalam menyediakan makanan yang aman, sehat dan layak dikonsumsi masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut Sri Wahyu menjelaskan penerapan higiene dan sanitasi yang baik akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha. Selain mampu mencegah terjadinya penyakit bawaan pangan (foodborne disease), standar kebersihan yang terjaga juga dapat meningkatkan citra usaha serta memperkuat daya saing produk di tengah persaingan industri kuliner yang semakin berkembang.
Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan dalam aktivitas usahanya sehari-hari. Dengan meningkatnya kepatuhan terhadap standar higiene sanitasi, kualitas produk pangan yang beredar di masyarakat akan semakin baik dan risiko gangguan kesehatan akibat makanan dapat diminimalkan.
"Kami berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan di tempat usahanya masing-masing sehingga kualitas pangan yang diproduksi semakin baik dan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal," tegasnya.
Melalui pelatihan tersebut, Dinkes Kabupaten Probolinggo menargetkan semakin banyak Tempat Pengelolaan Pangan yang memenuhi standar kesehatan dan memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha kuliner yang lebih berkualitas, meningkatkan keamanan pangan serta memberikan perlindungan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
