Sukapura, Lensaupdate.com – Kawasan wisata Gunung Bromo kini memiliki daya tarik baru yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Melalui Bromo Sky Bridge, pengunjung dapat menikmati panorama Gunung Bromo, Gunung Batok hingga Gunung Semeru dari ketinggian dengan sensasi berjalan di atas jembatan kaca yang membentang di kawasan Seruni Point Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.
Destinasi wisata ini tidak hanya menyuguhkan keindahan alam pegunungan, tetapi juga menghadirkan konsep wisata terpadu dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari kafe, area bersantai, tempat ibadah hingga ruang publik yang dirancang untuk memperpanjang lama kunjungan wisatawan di kawasan Bromo.
Dengan panjang sekitar 120 meter dan berada di atas jurang sedalam kurang lebih 83 meter, Bromo Sky Bridge menawarkan pengalaman memacu adrenalin sekaligus menikmati salah satu panorama terbaik di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Dari atas jembatan kaca tersebut, wisatawan dapat menyaksikan lanskap pegunungan yang menjadi ikon pariwisata Jawa Timur, lengkap dengan udara sejuk khas dataran tinggi.
Pengalaman berwisata semakin lengkap dengan keberadaan Bromo Sky Cafe yang memiliki tiga lantai menghadap langsung ke kawasan Bromo. Selain itu tersedia pula Kopi Dewa 19, area parkir yang luas, toilet yang representatif hingga masjid yang mulai difungsikan untuk kegiatan ibadah.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan kehadiran Bromo Sky Bridge merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat daya saing sektor pariwisata melalui pengembangan destinasi yang inovatif.
"Selama ini wisatawan datang menikmati sunrise dan panorama Bromo. Kini mereka memiliki pilihan pengalaman baru yang lebih lengkap. Kehadiran Bromo Sky Bridge beserta fasilitas pendukungnya diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperkuat daya tarik pariwisata Kabupaten Probolinggo sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat," katanya.
Sementara General Manager Bromo Sky Bridge Bambang Heriwahjudi mengungkapkan pengelola masih terus mengembangkan berbagai konsep agar kawasan tersebut semakin hidup dengan beragam aktivitas wisata.
"Saat ini kami sedang menyiapkan konsep Bromo Sky Fashion Summit dan akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan event-event menarik di kawasan Bromo Sky Bridge," ujarnya.
Menurut Yudi, sejumlah agenda yang tengah dipersiapkan antara lain kerja sama dengan penyelenggara Jazz Gunung, Artotel, kompetisi bartender, trail run hingga kegiatan motor trail bersama komunitas PRABU Probolinggo.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Bromo Sky Bridge sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menjadi ruang penyelenggaraan berbagai event kreatif.
"Fasilitas akan terus kami lengkapi, namun yang paling utama adalah menjaga faktor keamanan. Ketika pengunjung merasa aman dan nyaman, mereka akan memperoleh pengalaman yang berkesan dan ingin kembali lagi," jelasnya.
Bromo Sky Bridge beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Harga tiket untuk wisatawan domestik dipatok sebesar Rp55.000, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp110.000 untuk menikmati sensasi berjalan di atas jembatan kaca tersebut.
Salah seorang pengunjung asal Surabaya, Ibu Bambang Tejo, mengaku terkesan dengan panorama yang disuguhkan Bromo Sky Bridge. Menurutnya, rasa takut saat pertama kali melangkah di atas lantai kaca langsung hilang setelah menikmati keindahan alam yang terbentang di hadapannya.
"Pengalamannya sangat menarik. Udaranya segar, pemandangannya luar biasa indah dan saya sama sekali tidak merasa takut saat berjalan di atas jembatan kaca. Tempat ini benar-benar mantap. Nanti teman-teman juga akan saya ajak ke sini supaya mereka ikut menikmati keindahan Bromo dari tempat ini," tuturnya.
Dengan perpaduan panorama alam, wahana ikonik, fasilitas modern dan rencana penyelenggaraan berbagai event berskala nasional, Bromo Sky Bridge diharapkan menjadi ikon baru pariwisata Kabupaten Probolinggo sekaligus memperkuat posisi kawasan Bromo sebagai destinasi unggulan Indonesia yang menawarkan pengalaman wisata alam dari perspektif berbeda. (put/zid)
