336 Mahasiswa UPM Turun ke Desa, Perkuat Ketahanan Pangan dan Digitalisasi


Dringu, Lensaupdate.com - Sebanyak 336 mahasiswa Universitas Panca Marga (UPM) resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 di Kabupaten dan Kota Probolinggo. Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa akan mengabdikan diri kepada masyarakat dengan membawa misi memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong percepatan digitalisasi desa.

Mengusung tema "Tangguh Pangan dan Cerdas Digital dalam Mewujudkan Masyarakat Mandiri dan Berkelanjutan melalui KKN UPM 2026", program ini menjadi bentuk kontribusi nyata UPM dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjawab tantangan transformasi digital di tingkat desa.

Pelepasan peserta KKN berlangsung di halaman Kampus UPM, Kamis (30/7/2026). Acara dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi bersama Rektor UPM Dr. Moh. Saiful Bahri.

Prosesi diawali dengan penandatanganan berita acara kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan UPM, dilanjutkan penyematan atribut KKN kepada perwakilan mahasiswa serta penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan jaminan sosial bagi seluruh peserta.

Sebanyak 336 mahasiswa yang diterjunkan berasal dari tujuh fakultas, yakni Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik dan Informatika, Fakultas Sastra dan Filsafat serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Selama pelaksanaan KKN pada 30 Juli hingga 31 Agustus 2026, para mahasiswa akan ditempatkan di 14 lokasi, terdiri atas dua kelurahan di Kota Probolinggo dan 12 desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Mereka didampingi 14 dosen pembimbing lapangan dan dua koordinator lapangan.

Rektor UPM Dr. Moh. Saiful Bahri menegaskan KKN merupakan ruang belajar sekaligus pengabdian yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.

"Mahasiswa harus hadir sebagai mitra masyarakat. Mereka diharapkan mampu memberikan edukasi, memanfaatkan teknologi digital secara produktif, mendukung pengembangan UMKM, memperkuat tata kelola pemerintahan desa serta mendorong inovasi di bidang pertanian, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi mengapresiasi komitmen UPM yang secara konsisten mengirimkan mahasiswa untuk mengabdi di tengah masyarakat melalui program KKN.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya dinilai dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari dampak nyata yang mampu dirasakan masyarakat setelah program selesai.

"Kegiatan ini bukan sekadar menghasilkan program, tetapi bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, mahasiswa harus mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan desa," katanya.

Sjaiful juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat dan budaya lokal serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa maupun masyarakat selama menjalankan pengabdian.

"Saya berharap kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah dan masyarakat mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan, terutama dalam penguatan ketahanan pangan, pemanfaatan teknologi digital serta pemberdayaan potensi lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (mel/fas)