Gading, Lensaupdate.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui kegiatan Sinergi Membangun Ekonomi Kabupaten Probolinggo Melalui Sensus Ekonomi 2026 di Kampoeng Kita Hotel & Resto Desa Condong Kecamatan Gading, Senin (8/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, unsur Forkopimda, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sebanyak 300 peserta mengikuti kegiatan secara langsung, sementara peserta lainnya bergabung secara daring melalui Zoom Meeting.
Pencanangan SE2026 ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan komitmen bersama Forkopimda sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan sensus yang akan berlangsung di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.
Pada kesempatan yang sama juga dibuka bimbingan teknis (bimtek) petugas pencacah lapangan yang diikuti 380 peserta dari total 1.308 petugas sensus yang akan diterjunkan secara bertahap.
Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang hanya dilaksanakan sekali dalam sepuluh tahun.
“Sensus Ekonomi 2026 adalah hajat besar bangsa yang terjadi hanya sepuluh tahun sekali. Oleh sebab itu, kami ingin memanfaatkan momentum emas ini untuk menghadirkan Sensus Ekonomi 2026 yang sukses, bermanfaat dan berdampak bagi negara yang kita cintai,” katanya.
Menurut Lilik, sensus ekonomi berbeda dengan survei yang menggunakan metode sampling. Melalui sensus, seluruh aktivitas ekonomi akan didata sehingga mampu menghasilkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian nasional maupun daerah.
“Karena ini adalah sensus, bukan survei, maka seluruh aktivitas ekonomi akan terdata. Oleh karena itu BPS tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, OPD, camat hingga seluruh elemen masyarakat agar sensus ini dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, BPS memanfaatkan berbagai inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas dan akurasi data. Selain kuesioner berbasis kertas, petugas juga menggunakan aplikasi digital pada smartphone serta menyediakan layanan pengisian data secara daring melalui platform berbasis web.
“Sekarang kami memiliki tiga moda pendataan, yaitu kuesioner online berbasis web, kuesioner digital yang terinstal di smartphone petugas sensus dan tetap menyediakan kuesioner berbentuk kertas,” terangnya.
BPS juga menerapkan teknologi geotagging untuk memastikan lokasi usaha maupun rumah tangga yang didata dapat teridentifikasi secara akurat. Selain itu, sistem live tracking digunakan sebagai instrumen pengawasan lapangan secara real time.
“Teknologi live tracking memungkinkan kami memastikan petugas benar-benar mengunjungi lokasi yang harus didata. Ini menjadi bagian dari pengendalian kualitas dan kuantitas pekerjaan lapangan,” tegasnya.
Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menilai Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting dalam menyediakan data yang menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah.
“Data yang akurat merupakan fondasi utama dalam pembangunan. Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi, karakteristik pelaku usaha serta perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan yang sangat dibutuhkan untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah ke depan,” ujarnya.
Menurut Sjaiful, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Probolinggo yang mencapai 6,63 persen secara year on year pada Triwulan I Tahun 2026 perlu didukung oleh ketersediaan data yang valid dan terpercaya agar arah pembangunan semakin tepat sasaran.
“Kinerja ekonomi yang terus membaik ini harus didukung dengan ketersediaan data yang valid dan terpercaya. Dengan data yang kuat, pemerintah dapat menentukan prioritas pembangunan, mengidentifikasi potensi ekonomi daerah serta menyusun program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha,” jelasnya.
Sjaiful mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar, untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar, lengkap dan jujur kepada petugas sensus.
“Partisipasi masyarakat dan pelaku usaha sangat menentukan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Semakin baik kualitas data yang terkumpul, semakin tepat pula kebijakan yang dapat diambil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ren/zid)
.jpeg)