Perkuat Perubahan Perilaku Hidup Sehat, Dinkes Kabupaten Probolinggo Bekali Kader STBM


Bantaran, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satunya diwujudkan dengan pelaksanaan Orientasi Kader Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar yang digelar melalui Puskesmas Bantaran, Jum'at (12/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti kader kesehatan dari berbagai desa yang dipersiapkan menjadi agen perubahan dalam mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai lima pilar STBM yang menjadi dasar pembangunan sanitasi berbasis masyarakat.

Lima pilar tersebut meliputi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Selain menerima materi, para kader juga dibekali kemampuan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) agar mampu menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat secara efektif dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan kader kesehatan memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan program sanitasi berbasis masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas kader menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan perubahan perilaku masyarakat dapat terus berjalan.

“Melalui orientasi ini, kami ingin meningkatkan kapasitas kader agar mampu memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam menerapkan lima pilar STBM secara berkelanjutan. Kader kesehatan memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak perubahan perilaku di masyarakat,” katanya.

Menurut Sri Wahyu, keberhasilan program sanitasi tidak hanya berhenti pada pencapaian status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. Lebih dari itu, masyarakat harus mampu mempertahankan perilaku sehat sekaligus meningkatkan kualitas sanitasi rumah tangga secara menyeluruh.

“Keberhasilan pilar pertama yang telah dideklarasikan harus terus dijaga. Kader diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus menerapkan pilar-pilar STBM lainnya agar kualitas kesehatan lingkungan semakin meningkat,” jelasnya.

Sri Wahyu menambahkan keterlibatan aktif kader kesehatan menjadi faktor penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan sanitasi di masyarakat. Pendekatan yang dilakukan kader dinilai lebih efektif karena mereka berada langsung di tengah masyarakat dan memahami kondisi lingkungan setempat.

“Kami berharap kader tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menjadi motivator dan penggerak di lingkungannya masing-masing. Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, kader dan masyarakat, implementasi lima pilar STBM dapat berjalan optimal dan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Melalui orientasi ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi sehat semakin meningkat. Dengan dukungan kader yang aktif dan masyarakat yang partisipatif, target mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan bebas dari berbagai risiko penyakit berbasis lingkungan dapat tercapai secara berkelanjutan. (mel/fas)