Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah dan RA Jadi Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan


Pajarakan, Lensaupdate.com - Sebanyak 120 kepala Madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan penguatan kompetensi yang digelar di Gedung Workshop dan Keterampilan (GWK) MAN 2 Probolinggo mulai Senin hingga Jumat (8-12/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan tata kelola lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Probolinggo.

Peserta pelatihan terdiri dari 40 Kepala RA, 27 Kepala MI, 23 Kepala MTs dan 30 Kepala MA. Mereka merupakan kepala lembaga yang baru mendapatkan amanah kepemimpinan dan diwajibkan mengikuti pelatihan sebagai bekal dalam menjalankan tugas manajerial dan kepemimpinan di satuan pendidikan masing-masing.

Kegiatan yang digagas Kelompok Kerja Kepala Madrasah Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya tersebut menghadirkan para widyaiswara berpengalaman untuk memberikan materi yang relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.

Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan pendidikan, nilai-nilai dasar sumber daya manusia, implementasi kurikulum, pengembangan ekosistem belajar, pembangunan jejaring dan rebranding lembaga, literasi digital hingga pengelolaan sumber daya manusia.

Ketua Panitia Ahmad Zamroni mengatakan pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepala madrasah agar mampu menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.

“Pelatihan ini menjadi syarat bagi kepala madrasah dan RA yang baru menjabat agar memiliki bekal kompetensi kepemimpinan dan manajerial yang memadai dalam mengelola lembaganya. Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memajukan madrasah masing-masing,” katanya.

Sementara perwakilan Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Darmani menjelaskan bahwa kepala madrasah dituntut memiliki kemampuan yang tidak hanya terbatas pada aspek administrasi, tetapi juga mampu menjadi pemimpin perubahan di lingkungan pendidikan.

“Pelatihan ini bertujuan membekali dan meningkatkan kemampuan manajerial, kepemimpinan, kewirausahaan, supervisi serta kompetensi sosial. Dengan demikian, kepala madrasah diharapkan mampu mengelola institusi secara profesional, berintegritas dan inovatif dalam memajukan mutu pendidikan,” jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Samsur mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas kepala madrasah merupakan investasi penting dalam menciptakan pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Melalui pelatihan ini, kami berharap madrasah di Kabupaten Probolinggo semakin bermutu dan berkualitas, sekaligus tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Samsur menegaskan bahwa kepala madrasah memiliki posisi strategis dalam menentukan arah perkembangan lembaga pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab kebutuhan dan tantangan zaman.

“Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan kepemimpinan, tata kelola organisasi, pengembangan inovasi pendidikan serta penguatan layanan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan madrasah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin pendidikan yang profesional, inovatif dan berintegritas guna mewujudkan madrasah yang unggul, kompetitif dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. (nab/zid)