Pemkab Probolinggo Tingkatkan Kompetensi Pengadaan Digital Lewat Bimtek E-Purchasing Mini Kompetisi


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan, efisien dan akuntabel melalui peningkatan kapasitas aparatur. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) e-purchasing mini kompetisi untuk pengadaan jasa konstruksi, obat, alat kesehatan dan alat laboratorium selama dua hari, Selasa hingga Rabu (30 Juni–1 Juli 2026), di ruang pertemuan Alino Café & Eatery Kraksaan.

Kegiatan yang diselenggarakan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 160 peserta yang terdiri atas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan (PP), pengelola pengadaan barang dan jasa serta jajaran Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo.

Bimtek dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi didampingi Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo Mohamad Abdi Utoyo. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Rumah Belajar Pengadaan Indonesia, Rahmad Junaidy.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo Mohamad Abdi Utoyo mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur dalam memanfaatkan Katalog Elektronik Versi 6 melalui metode mini kompetisi yang kini menjadi bagian dari transformasi sistem pengadaan pemerintah.

"Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mewujudkan sistem pengadaan yang semakin digital, transparan dan akuntabel. Karena itu, seluruh pelaku pengadaan perlu memahami mekanisme e-purchasing melalui mini kompetisi agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan," katanya.

Menurut Abdi, bimtek ini juga dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai tugas, kewenangan dan tanggung jawab masing-masing pelaku pengadaan, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan setiap tahapan pengadaan barang dan jasa secara profesional.

"Kami berharap kegiatan ini mampu mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan Katalog Elektronik sehingga tata kelola pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Probolinggo semakin efektif, efisien dan berkualitas," jelasnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menegaskan digitalisasi pengadaan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

"Pemkab Probolinggo terus memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa agar semakin transparan, efisien, akuntabel dan bebas dari intervensi. Langkah ini juga menjadi tindak lanjut atas hasil pemantauan dan evaluasi tata kelola pemerintahan daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," ujarnya.

Menurut Sjaiful, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendukung penguatan sistem pengadaan, mulai dari mencegah intervensi dalam proses pengadaan, melakukan konsolidasi paket pekerjaan sejenis hingga mengoptimalkan penggunaan Katalog Elektronik Versi 6 melalui metode mini kompetisi.

Ia menjelaskan penerapan mini kompetisi merupakan penyesuaian terhadap regulasi nasional terbaru yang mengedepankan transformasi digital dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Melalui mekanisme tersebut, pemerintah dapat memperoleh penyedia dengan penawaran terbaik berdasarkan kualitas, harga maupun waktu pelaksanaan pekerjaan.

"Mini kompetisi bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pengadaan barang dan jasa pemerintah. Oleh sebab itu, seluruh pelaku pengadaan harus memahami setiap tahapan, mulai dari penyusunan spesifikasi teknis, penyusunan dokumen mini kompetisi, evaluasi penawaran hingga pelaksanaan kontrak," tegasnya.

Sjaiful berharap seluruh peserta memanfaatkan bimtek sebagai forum untuk memperdalam pemahaman, bertukar pengalaman dan mencari solusi atas berbagai tantangan pelaksanaan pengadaan di masing-masing perangkat daerah.

"Dengan meningkatnya kompetensi para pelaku pengadaan, kami optimistis kualitas pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Probolinggo akan semakin baik, mampu mendukung percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (nab/zid)