Bantaran, Lensaupdate.com - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Probolinggo melakukan takziyah ke rumah keluarga dua jamaah haji asal Kecamatan Bantaran yang wafat saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Jumat (5/6/2026). Takziyah dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril kepada keluarga almarhum H. Asraf di Desa Kropak serta almarhum H. Abd. Djalal di Desa Patokan.
Kedua jamaah tersebut tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Surabaya dan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang dialami selama berada di Arab Saudi.
H. Asraf wafat pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 02.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Jamaah berusia 65 tahun itu sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit King Abdul Aziz setelah mengalami sesak napas dan demam. Almarhum diketahui memiliki riwayat diabetes melitus dan kolesterol sehingga masuk kategori jamaah risiko tinggi.
Sementara H. Abd. Djalal meninggal dunia pada Senin (2/6/2026) pukul 22.00 WAS setelah menjalani perawatan akibat serangan jantung akut. Kondisinya kemudian berkembang menjadi gagal jantung akut disertai pneumonia bakteri dan gagal ginjal akut selama dirawat di rumah sakit di Makkah dan Jeddah.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Probolinggo Ervin Syarif Arifin menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya kedua jamaah haji tersebut.
“Semoga almarhum H. Asraf bin Sudami dan H. Abd. Djalal diampuni segala dosa-dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Menurut Ervin, kehadiran jajaran Kemenhaj di rumah duka merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada keluarga jamaah yang sedang berduka. Selain menyampaikan belasungkawa, pihaknya juga memastikan keluarga memperoleh informasi terkait proses administrasi yang berkaitan dengan jamaah haji yang wafat di Tanah Suci.
“Takziyah ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian kami kepada keluarga jamaah haji. Kami akan terus memberikan pendampingan dan informasi yang diperlukan terkait administrasi maupun dokumen yang berkaitan dengan jamaah haji yang wafat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” katanya.
Ervin berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kekuatan, sementara kedua almarhum memperoleh balasan terbaik atas ibadah yang telah dijalankan.
“Semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan para almarhum mendapatkan predikat haji yang mabrur di sisi Allah SWT,” pungkasnya. (mel/fas)
