Surabaya, Lensaupdate.com - Kabupaten Probolinggo dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan dalam implementasi program wajib belajar satu tahun pra sekolah. Kepercayaan tersebut diberikan dalam kegiatan advokasi dukungan pemerintah daerah yang diselenggarakan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur bersama Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Hotel Movenpick Surabaya, 2 hingga 4 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti tujuh kabupaten di Jawa Timur tersebut dirangkai dengan verifikasi dan validasi bantuan implementasi wajib belajar satu tahun pendidikan pra sekolah. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian dokumen usulan bantuan, kebutuhan daerah serta kesiapan pelaksanaan program di lapangan.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Amik Mutammimah mengatakan Kabupaten Probolinggo mendapat kesempatan memaparkan praktik baik dalam penyusunan Grand Mini Desain Wajib Belajar Satu Tahun Pra Sekolah.
“Alhamdulillah, Kabupaten Probolinggo dipercaya menjadi daerah percontohan untuk menyampaikan praktik baik yang telah kami lakukan dalam penyusunan grand mini desain. Kami diminta berbagi pengalaman terkait pemetaan masalah, strategi pemerataan layanan PAUD serta inovasi yang telah kami kembangkan untuk mendukung program wajib belajar satu tahun pra sekolah,” katanya.
Menurut Amik, program grand mini desain merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memperluas akses pendidikan anak usia dini. Setiap daerah peserta mendapatkan kesempatan mengajukan bantuan implementasi sebesar Rp100 juta yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan masing-masing wilayah.
Ia menjelaskan, fokus utama Kabupaten Probolinggo adalah pemerataan layanan PAUD, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan, daya tampung maupun tenaga pendidik.
“Dalam proses penyusunan grand mini desain, kami melakukan identifikasi berbagai persoalan yang ada di lapangan. Fokus utama Kabupaten Probolinggo adalah pemerataan layanan PAUD, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses pendidikan, daya tampung maupun tenaga pendidik,” jelasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kabupaten Probolinggo mengembangkan inovasi multijenjang, yakni model layanan pendidikan satu atap yang memungkinkan guru Sekolah Dasar (SD) memberikan layanan pembelajaran bagi peserta didik PAUD.
“Salah satu strategi yang kami siapkan adalah inovasi multijenjang. Melalui model ini, guru Sekolah Dasar dapat merangkap memberikan layanan pembelajaran kepada peserta didik PAUD pada satuan pendidikan satu atap. Inovasi ini menjadi solusi efektif bagi wilayah yang belum memungkinkan menambah lembaga maupun tenaga pendidik PAUD,” terangnya.
Amik menambahkan inovasi tersebut akan diterapkan di Desa Sariwani dan Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan sumber daya pendidikan.
“Saat ini kami menyiapkan implementasi inovasi multijenjang di Desa Sariwani dan Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura. Melalui pola satu atap, guru SD dapat merangkap mengajar PAUD sehingga anak-anak di wilayah yang akses pendidikannya terbatas tetap mendapatkan layanan pendidikan usia dini yang berkualitas,” ujarnya.
Selain mengembangkan inovasi multijenjang, Kabupaten Probolinggo sebelumnya juga telah menerapkan pembelajaran multigrade sebagai upaya memperluas akses pendidikan di daerah terpencil.
“Setelah inovasi multigrade, kini kami mengembangkan inovasi multijenjang sebagai langkah lanjutan untuk memperluas layanan PAUD. Kami ingin memastikan seluruh anak usia dini, termasuk yang berada di wilayah dengan keterbatasan sumber daya pendidikan, tetap mendapatkan layanan yang berkualitas,” tegasnya.
Amik berharap berbagai inovasi yang telah dikembangkan dapat mendukung keberhasilan program wajib belajar satu tahun pra sekolah sekaligus menjadi referensi bagi daerah lain dalam meningkatkan pemerataan layanan pendidikan anak usia dini.
“Harapan kami, program ini tidak hanya meningkatkan angka partisipasi anak pada pendidikan pra sekolah, tetapi juga memperkuat kualitas layanan PAUD secara merata. Dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, kami optimistis seluruh anak di Kabupaten Probolinggo dapat memperoleh hak pendidikan yang sama sejak usia dini,” pungkasnya. (put/zid)
