Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengambil langkah strategis dalam mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik dengan membangun ekosistem Sarana Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai lokasi strategis. Melalui kerja sama dengan PT Rekadaya Indotama, Kabupaten Probolinggo menjadi pemerintah daerah pertama di Jawa Timur yang memulai pengembangan jaringan SPKLU secara terintegrasi.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Sewa Barang Milik Daerah (BMD) antara Pemkab Probolinggo dan PT Rekadaya Indotama di ruang kerja Bupati Probolinggo, Selasa (30/6/2026).
Sebelum penandatanganan, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris memimpin paparan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto yang diikuti Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kristiana Ruliani, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Perjanjian kerja sama kemudian ditandatangani oleh Sekda Ugas Irwanto bersama Direktur PT Rekadaya Indotama Yudha Bhakti Kritianto dan disaksikan langsung oleh Bupati Haris. Rangkaian kegiatan ditutup dengan uji coba tiga unit kendaraan listrik VinFast yang dilakukan Bupati Haris bersama jajaran pemerintah daerah.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan pembangunan SPKLU merupakan bagian dari visi pemerintah daerah untuk menyiapkan Kabupaten Probolinggo menghadapi era transportasi berbasis energi bersih.
"Kami ingin Kabupaten Probolinggo tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi daerah yang siap menghadapi transformasi energi. Kehadiran SPKLU nantinya akan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun wisatawan pengguna kendaraan listrik sekaligus menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung pengurangan emisi dan pelestarian lingkungan," katanya.
Menurut Bupati Haris, keberadaan SPKLU tidak hanya mendukung masyarakat pengguna kendaraan listrik, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata. Sejumlah lokasi wisata unggulan akan menjadi prioritas pembangunan, termasuk kawasan Jembatan Kaca Seruni Point dan Rest Area Sukapura sebagai pintu masuk menuju kawasan wisata Gunung Bromo.
"Kami ingin wisatawan yang datang ke Kabupaten Probolinggo merasa nyaman karena infrastruktur pendukung kendaraan listrik telah tersedia. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan," jelasnya.
Sementara Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo Kristiana Ruliani menjelaskan kerja sama tersebut memanfaatkan aset daerah sesuai ketentuan dalam Permendagri Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.
"Alhamdulillah hari ini kita berhasil mencatat progres yang baik. Kerja sama ini tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nilai sewa yang diterima pemerintah daerah mencapai sekitar Rp431 juta untuk jangka waktu lima tahun," terangnya.
Kristiana menyebutkan pembangunan SPKLU akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal mencakup 21 titik di lokasi strategis, meliputi Mal Pelayanan Publik (MPP), Balai Diklat BKPSDM, sejumlah kantor kecamatan, RSUD Tongas, pasar-pasar tradisional, kawasan wisata hingga rest area.
Ke depan, jaringan tersebut akan diperluas menjadi 131 titik yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo untuk mendukung semakin meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
Direktur PT Rekadaya Indotama Yudha Bhakti Kritianto mengapresiasi langkah Pemkab Probolinggo yang dinilai menjadi pelopor pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Jawa Timur.
"Ini merupakan langkah yang sangat baik. Kabupaten Probolinggo menjadi pemerintah daerah pertama di Jawa Timur yang memulai pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Harapan kami, ekosistem ini akan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia," ujarnya.
Yudha menambahkan, pihaknya bersama VinFast menargetkan pembangunan sekitar 150 ribu titik pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi dengan Pemkab Probolinggo diharapkan menjadi model pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di daerah sekaligus mempercepat terwujudnya sistem transportasi yang ramah lingkungan, efisien dan berkelanjutan. (nab/zid)
