Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor jasa konstruksi melalui pelatihan berbasis kompetensi Building Information Modeling (BIM). Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan tenaga konstruksi yang mampu mengikuti transformasi digital dan menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui bimbingan teknis (bimtek) peningkatan standar kompetensi kerja bidang jasa konstruksi III yang diselenggarakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur di Ruang Dam Banyu Biru DPUPR Kabupaten Probolinggo, Selasa (30/6/2026).
Pelatihan diikuti 35 peserta yang berasal dari konsultan perencana, konsultan pengawas serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani pekerjaan konstruksi. Materi disampaikan oleh narasumber dari Universitas Widya Kartika Surabaya dengan fokus pada penerapan teknologi BIM mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengelolaan proyek konstruksi.
Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Peralatan DPUPR Kabupaten Probolinggo Ruli Nasrullah mengatakan peningkatan kompetensi tenaga konstruksi merupakan kebutuhan strategis dalam mewujudkan penyelenggaraan jasa konstruksi yang profesional, berkualitas dan mampu bersaing di era digital.
"Pelatihan berbasis kompetensi BIM menjadi salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang konstruksi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja," katanya.
Menurut Ruli, tenaga ahli konstruksi memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan. Karena itu, penguasaan teknologi modern seperti BIM harus menjadi bagian dari kompetensi yang dimiliki para pelaku jasa konstruksi.
"Melalui pelatihan berbasis kompetensi BIM ini kami berharap para tenaga ahli konstruksi di Kabupaten Probolinggo mampu meningkatkan kompetensi, mengembangkan kapasitas profesional serta berkontribusi lebih optimal dalam mendukung pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional," jelasnya.
Ruli berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memperkuat kemampuan teknis yang nantinya dapat diterapkan dalam pelaksanaan proyek-proyek konstruksi.
"Kami mengucapkan selamat mengikuti pelatihan kepada seluruh peserta. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga pelatihan ini dapat terlaksana dengan baik," tambahnya.
Sementara Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur Diah Kusumaningrum menilai penerapan Building Information Modeling (BIM) menjadi bagian penting dalam transformasi digital sektor konstruksi.
Menurutnya, BIM tidak hanya berfungsi sebagai media visualisasi tiga dimensi, tetapi juga sebagai sistem yang mengintegrasikan seluruh informasi proyek mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan.
"Penerapan Building Information Modeling (BIM) telah menjadi bagian penting dari transformasi digital di sektor konstruksi karena mampu mengintegrasikan data proyek secara menyeluruh mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan," ujarnya.
Diah menjelaskan penggunaan BIM mampu meningkatkan koordinasi antarpihak yang terlibat dalam proyek sehingga potensi kesalahan desain maupun benturan pekerjaan dapat diminimalkan.
"Dengan BIM, koordinasi antar pemangku kepentingan menjadi lebih akurat, potensi kesalahan desain dan benturan pekerjaan dapat diminimalkan sehingga proyek konstruksi dapat dilaksanakan lebih efektif, efisien dan berkualitas," terangnya.
Ia menambahkan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). "Melalui penguasaan teknologi BIM, diharapkan kualitas pekerjaan konstruksi di Kabupaten Probolinggo maupun Jawa Timur semakin meningkat, baik dari sisi mutu, ketepatan waktu maupun efisiensi biaya pelaksanaan proyek," pungkasnya. (nab/zid)
.jpeg)