Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat ekosistem literasi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) literasi bagi pustakawan, guru dan pegiat literasi yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jum'at (22-26/6/2026) di Aula Pustakaloka Kantor Dispersip Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 250 peserta yang berasal dari berbagai unsur penggerak literasi di Kabupaten Probolinggo. Mereka terdiri atas 100 pustakawan dan pengelola perpustakaan, 50 guru serta 100 pegiat literasi dari berbagai kecamatan.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Dispersip Kabupaten Probolinggo, akademisi, praktisi pendidikan, pustakawan profesional hingga pegiat komunitas literasi yang memiliki pengalaman di bidang perpustakaan, literasi dan pengelolaan informasi.
Bimbingan teknis tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam membangun budaya membaca sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengakses, memahami, mengolah dan memanfaatkan informasi secara tepat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perpustakaan Dispersip Kabupaten Probolinggo Nurul Yaqin mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pustakawan, guru dan pegiat literasi agar mampu menjadi motor penggerak budaya literasi di lingkungan masing-masing.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pembekalan mengenai literasi informasi sehingga peserta mampu mengenali kebutuhan informasi, melakukan penelusuran, mengevaluasi hingga memanfaatkan berbagai sumber informasi secara kritis, etis dan efektif," katanya.
Menurut Yaqin, peran setiap unsur peserta memiliki fungsi strategis dalam membangun masyarakat yang literat. Pustakawan bertugas mengelola dan menyediakan sumber informasi yang berkualitas, guru menjadi fasilitator pembelajaran berbasis literasi, sedangkan pegiat literasi berperan sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif.
"Selain meningkatkan kapasitas individu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas profesi. Sinergi antara pustakawan, guru dan komunitas literasi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem literasi yang kuat, inklusif dan berkelanjutan," jelasnya.
Yaqin berharap bimtek tersebut menjadi ruang belajar bersama untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan teknis sekaligus membangun jejaring kerja sama antar pemangku kepentingan literasi di Kabupaten Probolinggo.
Sementara Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas menegaskan bahwa makna literasi saat ini telah berkembang jauh melampaui kemampuan membaca dan menulis. Di era transformasi digital, masyarakat dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, bernalar, berkolaborasi serta memanfaatkan teknologi informasi secara bijaksana.
"Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Di era transformasi digital ini, literasi berarti kemampuan berpikir kritis, bernalar, berkolaborasi serta memanfaatkan teknologi informasi secara bijak. Karena itu, pustakawan, guru dan pegiat literasi merupakan garda terdepan dalam membangun ekosistem literasi masyarakat," ujarnya.
Ulfi menjelaskan Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus mendukung Gerakan Literasi Nasional melalui pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial. "Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan, dukungan anggaran serta pelatihan berkelanjutan bagi pustakawan dan pegiat literasi agar mampu mengikuti perkembangan zaman," lanjutnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam lingkungan kerja maupun komunitas masing-masing sehingga manfaat pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Melalui bimbingan teknis ini kami berharap dapat memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang SAE Literasi, berpengetahuan, berkarakter dan memiliki daya saing global," tambahnya.
Dengan penguatan kapasitas pustakawan, guru dan pegiat literasi, Dispersip Kabupaten Probolinggo optimistis budaya membaca dan kemampuan literasi masyarakat akan terus meningkat. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi literasi yang mendorong lahirnya generasi cerdas, kritis dan siap menghadapi tantangan era digital. (nab/zid)
