Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Perkuat Sekolah Tangguh Bencana Melalui Pendampingan SPAB 2026


Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan melalui program Pendampingan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di SDN Patokan 1 Kecamatan Kraksaan, Selasa (30/6/2026), sebagai upaya membangun sekolah yang tangguh dalam menghadapi potensi bencana.

Mengusung tema "Sekolah Tangguh, Siswa Selamat, Jawa Timur Hebat", pendampingan tersebut diikuti kepala sekolah, guru dan pemangku kepentingan pendidikan. Kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas satuan pendidikan dalam melakukan pencegahan, mitigasi hingga penanganan bencana agar proses belajar mengajar tetap berlangsung aman dan berkelanjutan.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai implementasi SPAB, penyusunan prosedur tetap (protap) penanganan bencana, penataan lingkungan sekolah yang aman, strategi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), hingga penyusunan Kajian Risiko Bencana Partisipatif sebagai dasar penyusunan rencana kesiapsiagaan sekolah.

Sebagai bagian dari pembelajaran praktik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memandu simulasi evakuasi gempa bumi. Simulasi tersebut melatih seluruh warga sekolah agar mampu mengambil langkah penyelamatan secara cepat, tepat dan terkoordinasi ketika menghadapi kondisi darurat.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Sri Agus Indariyati mengatakan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi peserta didik, termasuk dari ancaman bencana. Oleh sebab itu, pendidikan kebencanaan perlu menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar kegiatan seremonial.

"Pendampingan Satuan Pendidikan Aman Bencana ini merupakan bentuk komitmen kami dalam membangun sekolah yang aman dan tangguh. Tidak hanya melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung, tetapi juga dengan memperkuat pendidikan kebencanaan serta membiasakan seluruh warga sekolah menghadapi situasi darurat secara tepat," katanya.

Menurut Sri Agus, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dipahami oleh seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru hingga peserta didik. Dengan demikian, setiap satuan pendidikan memiliki kemampuan mengurangi risiko apabila terjadi bencana.

"Kami berharap setiap sekolah memiliki prosedur penanganan bencana yang jelas, memahami potensi risiko di lingkungan masing-masing serta mampu melindungi peserta didik melalui langkah-langkah mitigasi yang terencana dan berkelanjutan," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber daerah Abdul Latief dan Muhammad Fahrudin memaparkan strategi penerapan SPAB melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler sehingga pendidikan kebencanaan dapat terintegrasi dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, narasumber dari BPBD Kabupaten Probolinggo Rizal memberikan materi mengenai mitigasi gempa bumi, pengenalan berbagai potensi bencana di lingkungan sekolah, penanganan korban hingga praktik simulasi evakuasi sebagai bekal menghadapi kondisi darurat.

Melalui pendampingan SPAB 2026 ini, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo berharap semakin banyak sekolah yang memiliki sistem kesiapsiagaan bencana yang baik, sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, melindungi peserta didik dari risiko bencana serta mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. (nab/zid)