Disdikdaya Kabupaten Probolinggo dan UNIRA Malang Perkuat Kesehatan Mental Siswa


Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo bersama Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang memperkuat upaya pengembangan kesehatan mental dan pembelajaran sosial emosional peserta didik melalui workshop dan diklat BK-Hybrid 64 JP bertema “Strategi Membangun Suasana Belajar yang Sehat secara Emosional untuk Mendukung Kesehatan Mental Siswa” di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Rabu-Kamis (10-11/6/2026).

Kegiatan yang diikuti perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan sosial emosional dan kesehatan mental peserta didik.

Ketua Panitia Hj. Erna Faridhatul Ulfah mengatakan perhatian terhadap kesehatan mental siswa menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, guru dan kepala sekolah harus memiliki kemampuan mengenali kondisi emosional peserta didik sekaligus menciptakan suasana belajar yang aman dan suportif.

“Pada usia sekolah dasar, anak berada dalam fase perkembangan yang sangat krusial. Kondisi emosional mereka sangat mempengaruhi kemampuan belajar, perilaku hingga interaksi sosial. Karena itu, guru dan kepala sekolah perlu memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam mengenali kondisi emosional siswa serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan suportif,” ujarnya.

Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Disdikdaya, UNIRA Malang dan Bravo VIEC dalam menghadirkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo, kami menyampaikan apresiasi kepada UNIRA Malang dan Bravo VIEC atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam penguatan kesehatan mental dan sosial emosional peserta didik,” katanya.

Menurut Hary, sekolah tidak hanya bertugas meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter serta menjaga kesehatan mental peserta didik melalui lingkungan belajar yang sehat, inklusif dan penuh kepedulian.

“Sekolah perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif dan penuh kepedulian. Melalui Social Emotional Learning, peserta didik belajar mengenali dan mengelola emosi, membangun empati, menjalin hubungan positif serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab,” terangnya.

Hary menambahkan bahwa penguatan kesehatan mental dan resiliensi peserta didik sejalan dengan implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang saat ini terus dikembangkan dalam dunia pendidikan.

“Hal ini sejalan dengan implementasi Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning yang menekankan pembelajaran bermakna, berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan relevan dengan kehidupan nyata,” jelasnya.

Melalui workshop dan diklat ini, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo berharap para peserta mampu mengimplementasikan pendekatan pembelajaran sosial emosional di sekolah masing-masing sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih sehat, nyaman dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. (nab/zid)