Demang Fair Angkat Potensi Tujuh RW dan UMKM Kademangan


Probolinggo, Lensaupdate.com – Potensi lokal dari tujuh RW di Kelurahan Kademangan Kecamatan Kademangan ditampilkan secara meriah dalam gelaran Demang Fair, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang masuk dalam kalender event Kota Probolinggo ini menjadi wadah promosi budaya, kreativitas dan produk unggulan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Sejak pagi, ribuan warga memadati sepanjang Jalan Brantas untuk menyaksikan pawai budaya yang menampilkan beragam potensi dari masing-masing RW. Berbagai atraksi unik turut memeriahkan kegiatan, mulai dari penampilan seni budaya, ogoh-ogoh, kerapan sapi hingga kambing yang menjadi bagian dari arak-arakan peserta.

Setelah tiba di lokasi utama Demang Fair di Jalan Arjuna, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin serta Sekretaris Daerah Budiono Wirawan bersama istri meninjau sejumlah stan UMKM. Mayoritas produk yang dipamerkan, mulai dari makanan, minuman hingga hasil pertanian segar, ludes terjual kepada pengunjung.

Beragam tema ditampilkan dalam pawai potensi tersebut. Kelompok Disabilitas Kelurahan (KDK) Kademangan membuka rangkaian pawai dengan mengusung semangat inklusivitas dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Selanjutnya, RW 6 menghadirkan tema budaya tradisional yang mengangkat semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

RW 3 dan RW 7 menampilkan tema pertanian dengan menggambarkan aktivitas petani serta pentingnya peran sektor pertanian dalam menjaga ketahanan pangan. Sementara RW 1 memadukan unsur budaya tradisional dan kreativitas modern melalui kostum berbahan daun, ogoh-ogoh dan tari tradisional.

Potensi ekonomi kreatif ditampilkan RW 2 melalui produk Batik Demang yang menjadi simbol perpaduan tradisi dan inovasi. Produk tersebut bahkan menarik perhatian Ketua TP PKK Kota Probolinggo yang membeli salah satu kain batik karya pengrajin lokal. Sedangkan RW 4 memamerkan produk unggulan berupa tempe dan kerupuk yang telah dikenal masyarakat luas.

Peserta terakhir, RW 5, mengangkat budaya lokal bertajuk “Sepeni Kompak, Menyala Bersama” yang menggambarkan tradisi kerapan sapi dan kecintaan masyarakat terhadap budaya warisan leluhur.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengapresiasi semangat masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah melalui Demang Fair. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan program Kademangan Berhias sebagai implementasi visi Probolinggo Bersolek.

“Bukan main semangatnya untuk mengembangkan Kademangan dalam Demang Fair. Ini merupakan suatu acara yang masuk kalender event yang ada di Kota Probolinggo. Semangat ini mari kita galakkan dalam rangka Kademangan Berhias yang merupakan terjemahan dari Probolinggo Bersolek,” katanya.

Menurut Aminuddin, Demang Fair menjadi bukti bahwa budaya lokal dan potensi ekonomi masyarakat mampu berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Event Demang Fair ini melambangkan budaya lokal naik kelas dan Kademangan menjadi salah satu bagian yang memberi nilai positif bagi pembangunan Kota Probolinggo. Mudah-mudahan kegiatan ini akan berlangsung terus hingga tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.

Sementara Lurah Kademangan Mohammad Hariri mengatakan Demang Fair mengusung tema “Kebersolekan Kreativitas Dalam Harmoni Potensi Kademangan Tangguh” yang selaras dengan visi pembangunan Kota Probolinggo.

“Kami ingin menggerakkan swadaya masyarakat dalam menggali dan menemukan potensi di wilayah Kelurahan Kademangan. Sekaligus menggiatkan kembali ekonomi kreatif berbasis masyarakat yang menyentuh potensi lokal,” ujarnya.

Melalui Demang Fair, potensi budaya, ekonomi kreatif dan semangat gotong royong masyarakat Kademangan diharapkan semakin berkembang serta menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Probolinggo. (mel/fas)