Kraksaan, Lensaupdate.com - Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMTNU Kota Kraksaan optimistis memperluas layanan dan meningkatkan omzet hingga Rp10 miliar pada tahun 2026. Optimisme tersebut mengemuka dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di aula Kantor PCNU Kraksaan, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang diikuti anggota aktif koperasi ini menjadi forum evaluasi perkembangan usaha sekaligus penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus selama satu tahun terakhir.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan selaku Ketua Pengawas KSPPS BMTNU Kota Kraksaan didampingi anggota Pengawas H. Ahmad Muzammil dan Ust. Mudlofir, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan Moh Amin Husaini, Pengawas Koperasi Ahli Madya Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Hendraswari serta Kepala Bidang Perkoperasian DKUPP Kabupaten Probolinggo Ary Sulistyowati.
Ketua KSPPS BMTNU Kota Kraksaan Sugianto mengatakan perkembangan koperasi syariah tersebut terus menunjukkan tren positif sejak berdiri pada tahun 2022. Tahun 2025, omzet koperasi tercatat mencapai Rp5,865 miliar atau mendekati Rp6 miliar.
“Alhamdulillah tahun ini omzet kita sudah mencapai Rp5,865 miliar atau hampir Rp6 miliar. Mudah-mudahan tahun 2026 bisa mencapai Rp10 miliar. Kalau anggota semakin banyak yang menabung dan aktif, Insya Allah target itu bisa tercapai,” katanya.
Menurut Sugianto, peningkatan aset dan simpanan anggota menjadi modal penting untuk memperkuat layanan koperasi kepada masyarakat, khususnya warga Nahdliyin di Kabupaten Probolinggo.
“Kalau omzet sudah mencapai Rp10 miliar, doa dan dukungan masyarakat tentu semakin besar. Kontribusi BMT kepada NU juga akan semakin besar,” terangnya.
Selain mengejar target omzet, KSPPS BMTNU Kota Kraksaan juga berencana membuka minimal dua kantor kas baru pada tahun ini agar layanan keuangan syariah semakin mudah dijangkau masyarakat.
“Mudah-mudahan ke depan setiap kecamatan memiliki layanan BMTNU. Tahun ini minimal kita buka dua kantor kas supaya masyarakat lebih mudah mengakses layanan keuangan syariah,” jelasnya.
Sugianto menambahkan SHU Tahun Buku 2025 mengalami peningkatan dengan total SHU kotor mencapai Rp166 juta. Pembagian SHU dilakukan berdasarkan simpanan dan aktivitas anggota di koperasi.
“SHU tahun ini Alhamdulillah cukup lumayan. Pembagiannya sesuai simpanan, tabungan dan aktivitas anggota di BMT,” tambahnya.
Sementara Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan mengapresiasi perkembangan pesat KSPPS BMTNU Kota Kraksaan yang dinilai mampu memberikan manfaat bagi anggota maupun organisasi Nahdlatul Ulama.
“Alhamdulillah, RAT tahun ini membawa kabar menggembirakan karena SHU yang diterima anggota mengalami peningkatan cukup baik dibanding sebelumnya. Waktu awal berdiri tahun 2022 modalnya hanya sekitar Rp28 juta, sekarang omzetnya sudah hampir Rp6 miliar. Itu capaian yang luar biasa,” ujarnya.
Kiai Wasik menegaskan profesionalisme dan amanah menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap koperasi syariah.
“Yang harus dibangun adalah profesionalisme dan amanah. Ketika profesional dijalankan dan amanah dikedepankan, maka Insya Allah akan banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak,” tegasnya.
Sedangkan Pengawas Koperasi Ahli Madya Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Hendraswari menilai tata kelola KSPPS BMTNU Kota Kraksaan sudah cukup baik dan konsisten melaksanakan RAT setiap tahun.
“Pelaksanaan RAT menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kesehatan dan tata kelola koperasi. Saat ini KSPPS BMTNU Kota Kraksaan memperoleh grade B dan berpotensi meningkat menjadi grade A apabila seluruh data RAT segera dilengkapi sesuai ketentuan,” ungkapnya.
Ia berharap pengurus terus memperkuat tata kelola koperasi secara transparan dan segera menuntaskan pengajuan Izin Usaha Simpan Pinjam (IUSP).
“Harapannya KSPPS BMTNU Kota Kraksaan terus maju dan berkembang, tetapi tetap dibenahi terkait tata kelola yang lebih transparan dan lebih baik lagi sehingga semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya. (nab/zid)
