Dringu, Lensaupdate.com - Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah di Kabupaten Probolinggo menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam berkurban. Hingga berakhirnya hari tasyrik, jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai 3.899 ekor yang tersebar di 184 lokasi pemotongan di berbagai kecamatan.
Data yang dihimpun Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menunjukkan peningkatan aktivitas kurban dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi jumlah hewan yang dipotong maupun jumlah titik penyembelihan yang terdata.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto menyampaikan bahwa pendataan hingga hari tasyrik terakhir mencatat ribuan hewan kurban telah disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat.
“Berdasarkan hasil pendataan sampai hari tasyrik terakhir, jumlah ternak yang dipotong di Kabupaten Probolinggo mencapai 3.899 ekor yang tersebar di 184 titik pemotongan hewan kurban,” katanya.
Dari total tersebut, domba menjadi jenis ternak yang paling banyak dipilih masyarakat untuk berkurban. Jumlahnya mencapai 2.499 ekor, disusul kambing sebanyak 711 ekor dan sapi sebanyak 689 ekor.
Menurut Niko, terdapat perubahan tren dalam pemilihan hewan kurban dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun jumlah sapi mengalami penurunan, peningkatan jumlah domba yang cukup signifikan membuat total ternak kurban tetap mengalami kenaikan.
“Kalau dilihat per jenis ternak, sapi mengalami penurunan dari 807 ekor pada tahun 2025 menjadi 689 ekor pada tahun 2026. Namun penurunan tersebut diimbangi oleh kenaikan jumlah domba yang cukup signifikan,” jelasnya.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada ternak domba. Jika pada tahun 2025 jumlahnya mencapai 1.711 ekor, maka pada tahun ini meningkat menjadi 2.499 ekor atau bertambah 788 ekor.
“Domba menjadi jenis ternak yang paling banyak mengalami peningkatan. Dari 1.711 ekor tahun lalu menjadi 2.499 ekor tahun ini. Ini menunjukkan minat masyarakat untuk berkurban menggunakan domba semakin tinggi,” terangnya.
Selain jumlah ternak, peningkatan juga terlihat pada jumlah lokasi pemotongan hewan kurban. Tahun ini tercatat 184 titik pemotongan, lebih banyak dibandingkan tahun 2025 yang hanya berjumlah 130 titik.
Peningkatan tersebut dinilai sebagai indikator bertambahnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban. Keberhasilan pendataan juga didukung keterlibatan panitia kurban, takmir masjid dan petugas lapangan yang aktif melaporkan data dari masing-masing wilayah.
“Kenaikan jumlah titik pemotongan menunjukkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban juga meningkat. Pendataan tahun ini lebih luas karena melibatkan panitia kurban dan takmir masjid yang membantu melaporkan data melalui sistem yang telah disiapkan,” tegasnya.
Tidak hanya melakukan pendataan jumlah ternak, Diperta juga menjalankan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan untuk memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat memenuhi standar kesehatan dan aman dikonsumsi.
“Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui jumlah ternak kurban yang dipotong, memantau kesehatan ternak serta memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat aman untuk dikonsumsi,” lanjutnya.
Ke depan, Diperta berharap sistem pelaporan dan pendataan hewan kurban dapat semakin optimal sehingga seluruh lokasi pemotongan di Kabupaten Probolinggo dapat terdata secara menyeluruh.
“Harapan kami ke depan semakin banyak titik pemotongan yang terdata sehingga data ternak kurban di Kabupaten Probolinggo semakin akurat dan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program kesehatan hewan maupun pengembangan sektor peternakan,” pungkasnya. (mel/fas)
