Pajarakan, Lensaupdate.com - Pengurus Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Probolinggo bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop Kurikulum Berbasis Cinta di Aula GOR Damanhuri Romly Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Desa Karangbong Kecamatan Pajarakan, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur, Kasi Pendidikan Madrasah M. As’adi, pengawas RA dan madrasah serta kepala dan guru RA se-Kabupaten Probolinggo.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur mengatakan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi pendekatan penting dalam membangun pendidikan anak usia dini yang ramah anak, inklusif dan berorientasi pada pembentukan akhlak.
“Pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai kasih sayang, keteladanan dan penghormatan terhadap sesama sejak usia dini. Guru RA memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter,” katanya.
Sementara Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengapresiasi langkah IGRA Kabupaten Probolinggo dalam memperkuat pendidikan karakter anak usia dini melalui pendekatan yang humanis dan spiritual.
“Nilai-nilai spiritual ini yang akan menentukan masa depan kita semua. Saya salut kepada IGRA karena mampu menyelenggarakan kegiatan yang sangat positif untuk penguatan pendidikan karakter anak usia dini,” ujarnya.
Menurut Bupati Haris, guru RA memiliki peran penting dalam menanamkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual kepada anak-anak sejak dini sebagai bekal menghadapi masa depan.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menilai konsep Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan pendekatan pembelajaran deep learning yang saat ini dikembangkan pemerintah dalam dunia pendidikan.
“Kurikulum Berbasis Cinta ini hampir sama dengan kurikulum di Kemendikdasmen, yaitu Kurikulum Deep Learning,” ungkapnya.
Hary berharap workshop tersebut mampu memperkuat kapasitas guru RA dalam menghadirkan pembelajaran yang nyaman, menyenangkan dan mendukung tumbuh kembang karakter anak.
“Harapan kami guru-guru bisa membersamai rekan pendidik lainnya untuk menciptakan pembelajaran yang nyaman bagi anak-anak. Kalau sejak awal anak merasa senang bersekolah, maka semangat belajarnya akan terus tumbuh hingga jenjang berikutnya,” jelasnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan terus mendukung penguatan pendidikan anak usia dini sebagai bagian penting dari program wajib belajar 13 tahun.
“Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan terus mensupport kegiatan seperti ini. Pendidikan dasar sebelum ke jenjang berikutnya sangat penting, termasuk satu tahun pendidikan TK sebagai bagian wajib belajar 13 tahun,” tegasnya.
Ketua PD IGRA Kabupaten Probolinggo Yuli Herindaryati menambahkan kolaborasi antara IGRA, Kemenag dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan berdaya saing.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadirkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, berkarakter dan berdaya saing,” pungkasnya. (nab/zid)
